Sabtu, 10 Januari 2026 – 12:51 WIB
Jakarta, VIVA – Tim bulutangkis Indonesia diperkirakan akan hadapi persaingan yang ketat pada Kejuaraan Beregu Asia 2026. Turnamen ini akan diselenggarakan di Qingdao, China, pada 3–8 Februari 2026. Berdasarkan hasil pengundian, tim putra Indonesia masuk ke dalam Grup D bersama dengan rival tradisional mereka, Malaysia, dan juga Myanmar.
Baca Juga:
Jonatan Christie Ngamuk, Jagoan Malaysia Dilibas Tak Sampai 1 jam
Menurut keterangan resmi dari PBSI yang dirilis Sabtu lalu, Indonesia dan Malaysia berada dalam satu grup di babak penyisihan, yang akan menggunakan sistem round robin. Total ada 12 tim putra dan 12 tim putri yang dibagi menjadi empat grup. Hanya dua tim terbaik dari tiap grup yang akan lolos ke babak perempat final.
Baca Juga:
Ribuan Anak SD Ramaikan Festival SenengMinton Jawa Tengah 2025
Di sektor putra, Indonesia masuk sebagai unggulan kedua di Grup D. Sedangkan China, sebagai unggulan pertama, berada di Grup A. Hal ini memastikan kedua tim tidak akan bertemu di fase grup. Pertandingan antara Indonesia dan Malaysia diperkirakan akan jadi penentu untuk memperebutkan dua tiket ke fase gugur. Rivalitas panjang kedua negara, ditambah kekuatan Malaysia di tunggal dan ganda putra, diprediksi akan membuat persaingan di Grup D berlangsung sangat sengit sejak awal.
Baca Juga:
Ratusan Atlet Ramaikan Sirnas C 2025, Bontang Masuk Peta Bulutangkis Nasional
Myanmar melengkapi grup ini, dengan Indonesia dan Malaysia tetap diunggulkan. Namun, potensi kejutan dalam format beregu selalu terbuka.
Sementara itu, di sektor putri, Indonesia tergabung di Grup X bersama Jepang dan Hong Kong. Tantangan untuk Indonesia tidaklah mudah, mengingat Jepang adalah salah satu kekuatan utama bulutangkis putri Asia. Namun, peluang Indonesia tetap ada dengan komposisi pemain saat ini. Di ganda putri, ada pasangan potensial seperti Febriana/Meilysa dan Rachel/Febi. Di tunggal, Putri Kusuma Wardani dan Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi diharapkan bisa menyumbangkan poin penting. Indonesia relatif lebih diunggulkan saat menghadapi Hong Kong, tetapi kewaspadaan tetap diperlukan karena pertandingan beregu seringkali menghasilkan kejutan.
Halaman Selanjutnya
Kejuaraan Beregu Asia sering dijadikan ajang pemanasan dan uji coba untuk pemain pelapis dari masing-masing negara. Meski begitu, turnamen ini juga penting karena menjadi salah satu jalur kualifikasi menuju Thomas Cup dan Uber Cup 2026.