Kalau kamu tidak tau, 6-7 adalah istilah slang – diucapkan "enam tujuh" – dengan gerakan tangan seperti menimbang sesuatu.
Kebanyakan orang dewasa merasa sedikit kesal dan bingung.
Tapi sebagai peneliti media yang mempelajari budaya anak-anak, kami tidak heran atau jengkel. Kami malah ingat masa kecil kami di tiga benua berbeda – dan semua bahasa rahasia yang kami pakai.
Dulu ada Pig Latin. Simbol "S" keren yang digambar di banyak kertas dan toilet. Membentuk huruf "L" dengan jempol dan telunjuk untuk menghina. Mengubah kata-kata dari permainan tepuk tangan generasi sebelumnya.
6-7 hanyalah contoh terbaru dari kebiasaan lama ini – dan meski gerakannya mungkin tidak berarti bagi orang dewasa, itu menunjukkan banyak tentang permainan anak, kehidupan sosial mereka, dan keinginan mereka untuk kekuasaan.
Keinginan untuk kuasa ini terlihat dalam permainan klasik seperti mengintip orang dewasa atau main "raja bukit".
Anak-anak banyak menghabiskan hari mereka diawasi dan dikontrol – dan akan menyambut kesempatan untuk membalikkan keadaan.
Hari sekolah biasanya penuh jadwal aktivitas yang diatur orang dewasa; anak-anak punya sedikit waktu atau ruang untuk kebebasan.
Tapi di waktu senggang ketika anak-anak bisa menghindari pengawasan diam-diam – di taman bermain, di internet, bahkan saat terjebak di rumah selama pandemi – budaya anak bisa berkembang. Di ruang ini, mereka yang buat aturan. Mereka yang tentukan syarat. Dan jika itu membingungkan orang dewasa, semakin bagus.
Saat 6-7 jadi viral, banyak guru mengeluh bahwa teriakan siswa mengganggu pelajaran. Beberapa menghindari pertanyaan yang jawabannya mungkin 67. Tren ini menyebar ke arena olahraga dan restoran: In-N-Out Burger akhirnya melarang angka 67 dari sistem pemesanan.
Ketidak-berartian 6-7 membuatnya mudah untuk menciptakan rasa termasuk dan tidak termasuk – dan untuk mengganggu orang dewasa, yang berusaha mencari arti rahasianya. Di AS, saudara dan teman berpakaian seperti angka 6-7 untuk Halloween. Di Australia, ada rumor rumah dengan nomor 6-7 di alamatnya dijual dengan harga sangat mahal.
Mengubah Permainan dan Lagu
Sejak sebelum Perang Dunia I, sejarawan telah mencatat penggunaan bahasa rahasia anak-anak seperti "back slang," di mana kata diucapkan terbalik. Kata dan frasa tidak masuk akal juga lama ada di budaya anak: Contoh terbaru termasuk "booyah," "skibidi" dan "talk to the hand."
6-7 juga sesuai dengan sejarah panjang anak-anak yang mengubah, menyesuaikan, dan menggabungkan permainan dan lagu.
Misalnya, di tiga negara kami – AS, Australia, dan Korea Selatan – kami menemukan banyak variasi permainan "tag." Terkadang pengejar berpura-pura jadi dementor dari Harry Potter. Lain kali mereka pura-pura jadi virus COVID-19. Atau mereka memasukkan lingkungan sekitar, seperti menunjuk peralatan taman bermain sebagai "base" atau "aman."
Permainan serupa bisa menyebar di antara anak-anak di seluruh dunia. Di Korea Selatan, "Mugunghwa kkochi pieotseumnida" – artinya kurang lebih "Bunga Sharon telah mekar," – mirip dengan permainan "Red Light, Green Light" di negara berbahasa Inggris. Dalam permainan "Hwang-ma!", anak-anak Korea di tahun 2000-an berteriak kata itu dan memukul teman dengan lucu saat melihat mobil berwarna emas, mirip dengan "Punch Buggy" atau "Slug Bug" di AS dan Australia.
Secara historis, anak-anak telah mengubah lagu dan permainan tepuk tangan berdasarkan budaya pop masa itu. "Georgie Best, Superstar," dinyanyikan dengan nada "Jesus Christ Superstar," adalah nyanyian populer di taman bermain Inggris tahun 1970-an yang merayakan pemain sepak bola legendaris George Best. Dan variasi permainan tepuk tangan "I went to a Chinese Restaurant" termasuk lirik "My name is, Elvis Presley, girls are sexy, Sitting on the back seat, drinking Pepsi."
Memberi Ruang untuk Budaya Anak
Salah satu alasan 6-7 jadi sangat populer adalah mudah diikuti: Mengucap "6-7" dan melakukan gerakan tangannya mudah dipelajari dan diterjemahkan ke konteks budaya berbeda. Kesederhanaan meme ini memungkinkan anak kecil Korea mengulang frasa dalam Bahasa Inggris. Dan anak tuli berpartisipasi dengan mengisyaratkan meme ini.
Karena dunia sosial anak sekarang ada di berbagai ruang online, 6-7 bisa menyebar dan berkembang dengan mudah. Di platform game Roblox, misalnya, anak-anak bisa buat avatar mirip 6-7 dan main game yang menampilkan angka-angka itu.
Kata aneh, permainan tidak masuk akal, dan permainan kreatif masa kecilmu mungkin kelihatan konyol sekarang. Tapi ada nilai nyata di dunia tersembunyi ini.
Dengan atau tanpa akses internet, anak-anak akan terus mengubah bahasa dan permainan untuk kebutuhan mereka – yang, ya, termasuk mengganggu orang dewasa.
Banyak perhatian diberikan pada kehadiran teknologi digital di kehidupan anak, tapi kami pikir penting untuk mengapresiasi cara anak-anak menggunakan teknologi ini untuk berinovasi dan terhubung dengan cara yang kreatif dan biasa-biasa saja.