Indonesia dan Turkiye Siap Gelar Pembicaraan 2+2 Perdana Bidang Pertahanan dan Diplomasi

Ankara, Turkiye (ANTARA) – Kementerian Luar Negeri Indonesia menyatakan telah menyelesaikan persiapan dengan Turkiye menjelang pertemuan “2+2” perdana antara menteri luar negeri dan pertahanan kedua negara di Ankara pada Jumat.

Pembicaraan 2+2 ini melanjutkan kesepakatan yang dicapai dalam Dewan Kerja Sama Strategis Tingkat Tinggi antara Presiden Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Turkiye Tayyip Erdogan.

Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kemlu Grata Endah Werdaningtyas mengatakan persiapan rampung saat rapat koordinasi terakhir dengan Dirjen Asia-Pasifik Turkiye Korkut Gungen.

Rapat yang juga dihadiri Duta Besar Indonesia untuk Turkiye, Achmad Rizal Purnama, fokus pada finalisasi program, agenda, dan penataan teknis, kata Endah di Ankara pada Kamis.

Dia menyebut diskusi berjalan lancar dan konstruktif, mencerminkan komitmen kuat kedua pihak agar pertemuan bersejarah ini memberikan manfaat nyata bagi hubungan bilateral.

Pembicaraan ini menegaskan niat bersama Indonesia dan Turkiye untuk memperdalam kemitraan strategis, terutama di sektor prioritas dan kerja sama pertahanan, tambah Endah.

Sebelumnya, Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang mengatakan agenda 2+2 akan berpusat pada kerja sama strategis di bidang keamanan, perdagangan, ekonomi, pembangunan, dan energi.

Berbicara kepada wartawan di Jakarta pada Kamis, Yvonne menyebut para menteri juga akan membahas kolaborasi industri pertahanan serta isu-isu regional mencakup Eropa, Asia Tenggara, dan Pasifik.

Pertemuan itu juga akan membahas koordinasi multilateral, kerja sama internasional yang lebih luas, serta perkembangan terkait Palestina, ujarnya.

Indonesia memiliki mekanisme 2+2 di tingkat menteri luar negeri dan pertahanan hanya dengan Turkiye, Australia, Jepang, China, dan Prancis, tambah Yvonne.

Usai pembicaraan di Ankara, Menteri Luar Indonesia Sugiono dijadwalkan bertemu Presiden Erdogan di Istanbul pada Sabtu, katanya.

MEMBACA  Pengunduran Diri Angga dalam Perebutan Hati Kirana

Dalam pertemuan tersebut, Sugiono akan secara resmi mengundang Erdogan untuk menghadiri KTT D-8, yang akan Indonesia jadi tuan rumah sebagai ketua kelompok pada April.

ANTARA mencatat hubungan bilateral cukup kuat, termasuk dalam kerja sama industri pertahanan.

Pada 2025, BUMN galangan kapal PT PAL Indonesia menandatangani kontrak dengan perusahaan pertahanan Turkiye Roketsan Sanayi ve Ticaret A.S. untuk memperkuat sistem senjata kapal perang R-41 TNI AL.

CEO PT PAL Kaharuddin Djenod mengatakan kerja sama mencakup sistem senjata untuk fregat kelas Merah Putih dengan skema fitted-for-but-not-with (FFBNW) dan refurbishment kapal perang R-41.

Dia menyatakan kesepakatan ini memperkuat peran PT PAL sebagai integrator utama pertahanan laut Indonesia untuk platform dan sistem tempur.

Berita terkait: Indonesia-Turkiye fast-track aviation pact expands direct flight links

Berita terkait: Indonesia-Türkiye joint push to boost EV battery industry

Berita terkait: Indonesia, Turkiye draft roadmap to bolster industrial ties

Penerjemah: Nabil I, Rahmad Nasution
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026