Dua Tewas dalam Penembakan di Depan Gereja Mormon di AS

Perburuan Pelaku Berlangsung, Polisi Yakini Penembakan Bukan Acak Namun Juga Bukan Serangan Terarah pada Agama

Dua orang tewas dan beberapa lainnya luka-luka dalam suatu penembakan di area parkir sebuah gereja Mormon di ibu kota Utah, Salt Lake City, Amerika Serikat.

Polisi menyatakan penembakan terjadi pada hari Rabu di tempat parkir balai pertemuan The Church of Jesus Christ of Latter-day Saints, tempat puluhan orang menghadiri sebuah pemakaman.

Tiga dari enam korban luka berada dalam kondisi kritis.

Polisi mengonfirmasi belum ada tersangka yang ditahan dan telah melancarkan perburuan, dengan FBI dilaporkan memberikan bantuan. Meski polisi menyatakan penembakan ini diduga bukan tindakan acak, Kepala Polisi Salt Lake City Brian Redd kepada The Associated Press menyebut hal ini tampaknya bukan serangan yang menargetkan suatu agama tertentu.

Juru bicara gereja, Glen Mills, mengatakan kepada awak media telah ada tanda-tanda keributan di luar gereja, tempat pemakaman berlangsung. "Di area parkir, terjadi semacam pertikaian dan pada saat itulah tembakan dilepaskan," ujarnya.

Sekitar 100 kendaraan aparat penegak hukum memadati lokasi kejadian pascapenembakan, dengan helikopter berputar-putar di atas. "Begitu saya tiba, saya melihat seseorang terbaring di tanah… Orang-orang berkerumun menolongnya, ada yang menangis dan berselisih," kata Brennan McIntire, seorang warga lokal yang berbicara kepada AP.

Wali Kota Salt Lake City Erin Mendenhall menyatakan, "Ini seharusnya tidak pernah terjadi di depan tempat ibadah. Ini seharusnya tidak pernah terjadi di luar perayaan kehidupan."

Gereja, yang berkantor pusat di Salt Lake City, tersebut sedang bekerja sama dengan pihak kepolisian. Sekitar separuh dari 3,5 juta penduduk Utah merupakan penganut agama ini. Gereja-gereja seperti tempat penembakan terjadi dapat ditemui di berbagai kota di seluruh negara bagian.

MEMBACA  Trump mengatakan AS mungkin 'melewatkan' membantu mengakhiri perang jika Rusia, Ukraina menolak kesepakatan | Berita Perang Rusia-Ukraina

Komunitas ini telah berada dalam siaga tinggi sejak empat orang tewas bulan lalu ketika seorang mantan Marinir menembaki sebuah gereja di Michigan dan membakarnya. FBI menemukan bahwa pelaku termotivasi oleh "keyakinan anti-agama" terhadap gereja tersebut.

Sekitar 82 persen pembunuhan massal di AS pada tahun 2025 melibatkan senjata api, menurut sebuah basis data yang dikelola AP bersama USA Today dan Universitas Northeastern.

Penembakan di Salt Lake City ini terjadi di tengah meningkatnya gejolak di AS, setelah seorang petugas federal ICE menembak mati seorang wanita di Minneapolis di tengah protes berlanjut terhadap pengetatan imigrasi.

Diterbitkan Pada 8 Jan 2026

Klik untuk membagikan di media sosial Bagikan