Pelatih Spanyol Teridentifikasi dalam Tragedi Kapal Labuan Bajo

Kupang, Nusa Tenggara Timur (ANTARA) – Kepolisian Indonesia mengonfirmasi pada Minggu bahwa jenazah yang ditemukan dekat Labuan Bajo adalah Fernando Martín Carreras, pelatih tim B Valencia wanita asal Spanyol, yang meninggal dalam insiden kapal wisata tenggelam di Nusa Tenggara Timur.

Juru bicara Polda NTT, Henry Novika Chandra, menyatakan identifikasi dilakukan melalui barang pribadi dan perbandingan forensik.

“Identifikasi dikonfirmasi lewat barang miliknya termasuk cincin dan arloji, serta kecocokan data ante-mortem dan post-mortem seperti jenis kelamin, tinggi badan, dan tato khas,” ujar Chandra.

Anggota keluarga di Labuan Bajo telah memverifikasi temuan ini setelah spesialis forensik membandingkan pemeriksaan dengan informasi dari keluarga dan kedutaan Spanyol.

“Tim DVI (Disaster Victim Identification) mengikuti protokol Interpol, dengan hati-hati mempertimbangkan aspek ilmiah dan kemanusiaan, meski sidik jari tidak bisa digunakan sepenuhnya karena kondisi jenazah,” tambah Chandra.

Jenazah telah dibawa ke fasilitas medis di Labuan Bajo sementara otoritas mengkoordinasikan pengaturan repatriasi dengan keluarga dan perwakilan diplomatik.

Kapal motor pinisi kayu KM Putri Sakinah tenggelam pekan lalu di Selat Pulau Padar saat dalam perjalanan wisata dari Labuan Bajo.

Petugas menyebut kapal membawa 11 orang: enam turis Spanyol, satu pemandu lokal, dan empat awak kapal.

Tujuh penumpang berhasil diselamatkan tak lama setelah kecelakaan, sementara empat lainnya dilaporkan hilang.

Pada hari ke-10 operasi, tim gabungan pencarian dan penyelamatan menemukan Carreras setelah menyisir pulau-pulau terdekat menggunakan peralatan sonar dan tim penyelam.

“Penemuan ini menandai pemulihan korban kedua dari bangkai kapal, setelah sebelumnya ditemukan jenazah seorang anak berusia 12 tahun,” kata koordinator misi, Fathur Rahman.

Otoritas menyatakan kondisi cuaca dan laut memperumit pencarian, tetapi kru tetap melakukan patroli harian serta mengkoordinasi aset udara dan laut di kawasan Taman Nasional Komodo. Polisi telah meluncurkan penyelidikan penyebab tenggelamnya kapal.

MEMBACA  Kebakaran Panti Jompo di Manado Tewaskan 16 Orang, Proses Identifikasi Korban Berlanjut

Insiden ini menambah daftar panjang kecelakaan kapal wisata di perairan Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo.

Setidaknya 15 insiden tercatat antara 2024 hingga akhir 2025, sebagian besar di dekat Pulau Padar, Komodo, dan Rinca, disebabkan cuaca buruk atau masalah teknis.

Kasus terkenal mencakup tenggelamnya Raja Bintang 02 pada Maret 2025, Phinisi Budi Utama pada Juni 2024, kecelakaan di rute Labuan Bajo–Pulau Padar Agustus 2024, dan Dewi Anjani pada Desember 2025.

Temuan awal menunjukkan KM Putri Sakinah kehilangan daya mesin saat berlayar dari Pulau Kalong ke Pulau Padar. Tidak bisa bermanuver, kapal dihantam ombak tinggi, terbalik, dan tenggelam.

“Cuaca kasar dan laut yang ganas saat itu memperburuk kondisi, menghambat upaya penyelamatan diri oleh awak dan penumpang,” kata petugas.

*Penerjemah: Kornelis K, Rahmad Nasution
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Hak Cipta © ANTARA 2026*