Senin, 5 Januari 2026 – 09:04 WIB
Jakarta, VIVA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan hari ini dengan menguat 30 poin atau 0,35 persen ke level 8.778 pada Senin, 5 Januari 2026.
Baca Juga:
IHSG Diprediksi Reli Tembus Level 8.800, Intip 5 Rekomendasi Saham Pilihan Analis
Head of Retail Research PT BNI Sekuritas, Fanny Suherman, memperkirakan IHSG berpeluang lanjutkan penguatan pada sesi hari ini.
“Kalau IHSG bisa break resistance di level 8.750, potensi kenaikan lebih lanjut sangat mungkin terjadi hari ini,” ujar Fanny dalam riset hariannya yang dikutip Senin (5/1).
Baca Juga:
Michael Saylor Tekor! Saham Strategy Rontok, Nilai Pasar Tinggal Separuh
Perdagangan di bursa saham kawasan Asia-Pasifik di awal tahun 2026 bergerak bervariasi pada Jumat lalu, seiring investor mengamati kinerja Wall Street dan perkembangan ekonomi regional. Beberapa bursa masih tutup untuk libur Tahun Baru, termasuk Jepang dan China daratan.
Sementara itu, pasar saham Korea Selatan menunjukkan kinerja kuat dengan indeks Kospi melonjak 2,27 persen dan Kosdaq naik 2,17 persen. Di Australia, indeks S&P/ASX 200 menguat 0,15 persen, sedangkan Hang Seng Hong Kong tercatat naik 2,76 persen.
Sentimen positif juga datang dari Singapura. Ekonomi negara tersebut tumbuh 5,7 persen (year-on-year) pada kuartal IV-2025, didorong performa kuat sektor manufaktur dari Oktober hingga Desember. Angka ini lebih tinggi dari revisi pertumbuhan kuartal sebelumnya sebesar 4,3 persen.
Dalam pesan Tahun Baru, Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong menyatakan ekonomi Singapura secara keseluruhan tumbuh 4,8 persen sepanjang 2025, melampaui ekspektasi awal pemerintah.
“Support IHSG ada di kisaran 8.500-8.660, sementara resistance berada di rentang 8.820-8.850,” jelas Fanny.
Sebagai informasi, indeks saham Wall Street mayoritas menguat pada perdagangan Jumat lalu—hari pertama perdagangan di tahun 2026. Kenaikan ini ditopang penguatan saham-saham semikonduktor, meski tekanan masih terasa di sektor teknologi non-chip.
Penguatan juga dipicu keputusan Presiden AS Donald Trump yang menunda kenaikan tarif impor untuk furnitur berlapis, kabinet dapur, dan kabinet kamar mandi selama satu tahun. Penundaan ini mencakup tarif 30 persen untuk furnitur berlapis dan bea masuk 50 persen untuk kabinet, sementara tarif 25 persen yang berlaku sejak September tetap dipertahankan.
Bursa Asia Melesat Usai AS Tangkap Presiden Venezuela dan Istri Terkait Dugaan Kasus Narkoba
Bursa Asia-Pasifik melonjak pada awal pekan setelah Amerika Serikat menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, memicu ketegangan geopolitik global. (VIVA.co.id – 5 Januari 2026)