Senin, 5 Januari 2026 – 07:20 WIB
Washington, VIVA – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio menyatakan operasi AS di Venezuela tidak butuh persetujuan Kongres. Ia bilang ini bukan invasi atau pendudukan militer, tapi operasi penegakan hukum untuk menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Baca Juga:
TB Hasanuddin: Kemlu Wajib Menentang Tindakan AS ke Presiden Venezuela
“Ini bukan tindakan yang perlu persetujuan Kongres. Malah, mustahil perlu persetujuan Kongres karena ini bukan invasi dan bukan operasi militer yang lama,” kata Rubio ke NBC News saat ditanya kenapa Presiden AS Donald Trump tidak minta izin Kongres dulu.
“Ini operasi yang sangat presisi dan cuma berlangsung beberapa jam. Operasi ini juga sangat sensitif. Ini bukan serangan ke Venezuela, tapi operasi penegakan hukum,” lanjut Rubio.
Baca Juga:
Ekspor Minyak Venezuela Lumpuh usai Serangan AS
Donald Trump Pamer Foto Presiden Venezuela, Maduro Usai Ditangkap
Foto: ANTARA/Truth Social @realDonaldTrump
Pada Sabtu, 3 Januari, Trump menyatakan AS telah melancarkan serangan besar ke Venezuela yang berakhir dengan penangkapan Maduro dan istrinya, Cilia Flores, serta pemindahan mereka ke luar negeri.
Baca Juga:
Trump Bilang AS Tak Rencanakan Operasi Militer ke Kuba Setelah Venezuela
Beberapa media melaporkan ada ledakan di Caracas dan kaitkan operasi ini dengan unit Delta Force AS.
Harian The New York Times, kutip seorang pejabat senior Venezuela, laporkan setidaknya 40 orang tewas, termasuk personel militer dan warga sipil.
Otoritas Venezuela nyatakan tidak punya info soal keberadaan Maduro dan minta bukti bahwa dia masih hidup.
Trump kemudian bagikan foto yang diklaim tunjukkan Maduro berada di kapal perang USS Iwo Jima.
Media AS juga siarkan pendaratan sebuah pesawat di Negara Bagian New York yang disebut membawa Maduro dan istrinya, yang kemudian dikawal puluhan aparat.
Sejumlah anggota Kongres AS kecam operasi ini dan sebut ilegal, sementara pemerintahan Trump tegaskan Maduro akan diadili.
Kementerian Luar Negeri Venezuela nyatakan akan bawa masalah ini ke organisasi internasional dan minta pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB, yang dijadwalkan pada 5 Januari.
Kementerian Luar Negeri Rusia nyatakan solidaritasnya kepada Venezuela.
Moskow ungkapkan keprihatinan mendalam atas laporan pemindahan paksa Maduro dan istrinya dalam apa yang disebut agresi AS, serta minta pembebasan mereka dan serukan langkah untuk cegah eskalasi lebih lanjut terkait Venezuela. (Ant)
Sebagian Besar Tim Paspampres Presiden Venezuela Maduro Tewas dalam Serangan AS
Personel militer AS yang terlibat dalam operasi tersebut telah “secara kejam membunuh sebagian besar tim pengamanan Maduro, para prajurit, serta warga sipil.
VIVA.co.id
5 Januari 2026