Israel Luncurkan Serangan Mematikan di Gaza, Langgar Gencatan Senjata Baru

Militer Israel terus merobohkan struktur di Gaza utara sembari memblokir masuknya bantuan kemanusiaan.

Diterbitkan Pada 4 Jan 20264 Jan 2026

Klik untuk membagikan di media sosial

share2

Angkatan bersenjata Israel melancarkan lebih banyak serangan ke bagian-bagian Gaza di luar kendali militernya langsung, meskipun adanya kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat pada Oktober lalu.

Setidaknya tiga warga Palestina tewas pada Minggu dalam serangan Israel terpisah di Khan Younis, menurut sumber medis yang berbicara pada Al Jazeera.

Rekomendasi Cerita

daftar 3 itemakhir daftar

Korban mencakup seorang anak laki-laki berusia 15 tahun, seorang nelayan, dan seorang pria yang ditembak mati di sebelah timur Khan Younis.

Di bagian tengah wilayah terkepung tersebut, tembakan Israel melukai sejumlah orang di timur kamp pengungsi Bureij.

Di Kota Gaza di utara, pasukan Israel terus menghancurkan rumah dan infrastruktur sipil di lingkungan Tuffah yang sebagian besar telah rata dengan tanah.

Militer Israel mengonfirmasi penghancuran lebih banyak infrastruktur di Gaza utara, namun mengklaim bahwa sasaran adalah “infrastruktur teroris di atas dan bawah tanah”, termasuk terowongan di Beit Lahiya.

Drone Israel juga menjatuhkan bahan peledak di beberapa rumah di Kota Gaza bagian timur. Lingkungan Shujayea dan Zeitoun di Kota Gaza, yang juga telah mengalami serangan luas selama lebih dari dua tahun perang genosida Israel, dihujani tembakan artileri.

Setidaknya 71.386 warga Palestina telah tewas dan 171.264 lainnya luka-luka sejak perang dimulai pada Oktober 2023, menurut data terbaru dari Kementerian Kesehatan Gaza. Minimal 420 orang telah terbunuh sejak gencatan senjata ditandatangani kurang dari tiga bulan yang lalu.

Militer Israel terus memblokir sebagian besar bantuan kemanusiaan internasional yang menumpuk di perbatasan dengan Gaza, sambil bersikeras bahwa tidak ada kelangkaan bantuan meskipun terdapat kesaksian dari Perserikatan Bangsa-Bangsa dan pihak lain yang bekerja di lapangan.

MEMBACA  Koran Rusia menyatakan reporter-nya tewas akibat serangan drone Ukraina

Israel juga telah mengambil langkah untuk melarang beberapa kelompok bantuan internasional terkemuka beroperasi di Gaza, termasuk Doctors Without Borders (MSF) dan Norwegian Refugee Council.