China Gelar Latihan Militer Skala Besar di Sekitar Taiwan, Pamer Kekuatan

Sabtu, 3 Januari 2026 – 10:00 WIB

Jakarta, VIVA – Juru bicara Kementerian Pertahanan China, Zhang Xiaogang, menegaskan bahwa latihan militer besar-besaran China di sekitar Taiwan menunjukkan kemampuan kuat Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) dalam menentang separatisme.

Baca Juga :


Bos BYD Sindir Pabrikan Mobil yang Bisanya Cuma “Nyontek” Teknologi

Zhang mengatakan, latihan itu menegaskan kesiapan Beijing untuk menghadapi provokasi dan campur tangan asing, serta sepenuhnya memamerkan kemampuan PLA.

Latihan bertajuk ‘Justice Mission 2025’ yang digelar pada Selasa (30/12) lalu dengan melibatkan pasukan darat, roket, laut, dan udara secara besar-besaran ini dilakukan di berbagai area di sekeliling pulau.

Baca Juga :


Mobil Baru Toyota Ini Makin Canggih, Jarak Tempuh Tembus 616 Km

“PLA menggelar manuver komprehensif yang menguji komando gabungan, koordinasi lintas cabang, dan kemampuan tempur terpadu,” kata Zhang, seperti dikutip dari Antara, Sabtu, 3 Januari 2026.

Bendera Taiwan-China.

Photo : ANTARA/Reuters/Dado Ruvic.

Baca Juga :


Indonesia Tolak Pengakuan Israel atas Somaliland, Ini Alasannya

Dia menyatakan, Komando Teater Timur PLA berhasil menyelesaikan latihan tersebut, menguji kemampuan operasi gabungan sekaligus menunjukkan kekuatan untuk melawan separatisme, mendorong reunifikasi, dan menghalangi intervensi pihak luar dalam skenario militer yang kompleks dan realistis.

Zhang mengatakan, setiap provokasi terkait Taiwan akan dihadapi dengan tegas. Dia juga menegaskan bahwa semua upaya untuk menghambat reunifikasi China pasti akan gagal, sesuai dengan kebijakan Beijing untuk menjaga kedaulatan dan integritas wilayah secara jangka panjang.

Menurutnya, operasi anti-separatis dan anti-intervensi di sekitar Taiwan adalah sepenuhnya sah, perlu, serta beralasan. Tujuannya adalah untuk menjaga stabilitas kawasan, keamanan nasional, dan kepentingan inti China sesuai hukum internasional dan prinsip pertahanan nasional.

MEMBACA  KND mendesak untuk membuat perjalanan mudik Idul Fitri gratis lebih inklusif

Taiwan telah diperintah secara terpisah dari China daratan sejak tahun 1949 setelah perang saudara. Mereka memiliki pemerintahan dan militer sendiri, meskipun Beijing memandang pulau itu sebagai provinsi yang tidak terpisahkan secara historis. Beijng menolak kontak resmi negara asing dengan Taipei dan menyatakan kedaulatan China atas Taiwan tidak dapat diganggu gugat. Sementara itu pemerintah Taiwan menegaskan status otonominya tanpa mendeklarasikan kemerdekaan secara sepihak di tengah tekanan regional.

Pabrikan Bakal Dipaksa Bikin Mobil Listrik Super Irit

Jika selama ini regulasi otomotif banyak fokus pada efisiensi BBM untuk kendaraan bermesin bensin atau diesel, kini fokusnya berpindah.

VIVA.co.id

3 Januari 2026

Tinggalkan komentar