Pria Mengaku Dihadapkan pada Proses 39 Wawancara Langsung oleh Goldman Sachs

Sebuah presiden perusahaan, Sharran Srivatsaa, bercerita pengalaman unik wawancara kerjanya di Goldman Sachs. Dia harus melalui 39 wawancara!

Salah satu wawancara cuma 46 detik. Saat itu, seorang direktur menantangnya untuk mengatur janji temu dari sebuah buku kontak. Berbeda dari kandidat lain yang langsung menelepon, Sharran malah bertanya, “Apakah Bapak punya naskah untuk saya? Saya ingin mewakili Bapak dengan baik.”

Pertanyaan sederhana itu justru membuatnya diterima. Sang direktur bilang, hal itu menunjukkan Sharran bisa diajari (coachable), bukan hanya sok jago.

Mendapat kerja di Goldman Sachs sangat susah. Tingkat penerimaan program magangnya hanya 0,7%, lebih rendah dari penerimaan mahasiswa baru Harvard (4,2%). CEO-nya sendiri, David Solomon, pernah ditolak dua kali.

Proses wawancara di sana biasanya sangat ketat, termasuk sesi “Superday” dengan banyak pewawancara. Pengalaman 39 wawancara Sharran termasuk sangat jarang.

Kini, Sharran bekerja di bidang investasi. Pengalaman wawancara maraton itu membantunya dalam menilai bakat orang lain.

MEMBACA  Judul: Amazon UK Diselidiki atas Dugaan Keterlambatan Pembayaran (Dirancang dengan rapi dan jelas dalam bahasa Indonesia)

Tinggalkan komentar