Purbaya Desak Pengajuan Anggaran Darurat untuk Pemulihan Bencana Sumatra

Jakarta (ANTARA) – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk segera mengajukan tambahan dana guna mendukung pemulihan di provinsi-provinsi yang terdampak banjir dan longsor di Sumatera.

“Saya mendorong BNPB dan semua pihak yang terlibat dalam penanggulangan bencana untuk segera meminta dana jika diperlukan. Pembiayaan kita sudah siap,” kata Purbaya di Jakarta pada Jumat.

Menteri menekankan bahwa korban bencana sangat membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka.

Dia menegaskan bahwa lembaga yang bertanggung jawab atas penanggulangan bencana harus bertindak cepat dan mengajukan permintaan anggaran untuk langkah-langkah pemulihan penting, termasuk pengadaan peralatan, perbaikan jembatan, dan pembangunan perumahan sementara maupun permanen.

“Masyarakat yang terdampak bencana ini tidak boleh menunggu terlalu lama,” tambahnya, dengan meyakinkan bahwa Indonesia memiliki ruang fiskal yang cukup untuk menanggung biaya pemulihan.

Hingga akhir 2025, BNPB masih menganggarkan sekitar Rp1,5 triliun dalam anggaran penanggulangan bencana.

Pada 18 Desember 2025, lembaga tersebut telah meminta tambahan dana Rp1,4 triliun, termasuk Rp650 miliar yang dialokasikan khusus untuk Sumatera.

Saat ini, total dana siap pakai mencapai Rp1,51 triliun.

Purbaya juga menyoroti perlunya dana bantuan bencana diajukan tidak hanya oleh BNPB, tetapi juga oleh Satgas Darurat Jembatan, yang dibentuk untuk membangun jembatan darurat di daerah terpencil dan terdampak bencana.

Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Maruli Simanjuntak, yang mengkoordinir satgas tersebut, sebelumnya mencatat bahwa beberapa proyek jembatan di Sumatera telah dilaksanakan secara mandiri, bahkan ada yang sampai berhutang.

Menanggapi hal itu, Purbaya menegaskan bahwa satgas tersebut berhak meminta dana hingga Rp1 triliun dari sisa anggaran penanggulangan bencana BNPB.

Dana ini dapat digunakan untuk menyelesaikan utang yang belum dibayar dan mengganti biaya yang terkait dengan pembangunan jembatan serta pengadaan alat berat.

MEMBACA  Mandaya Group dan Geron Bio Jalin Kerja Sama untuk Dirikan Laboratorium GMP di Indonesia

Berita terkait: Pemerintah bentuk satgas pemulihan air pascabencana

Berita terkait: PMI siapkan 2.500 ton bantuan peralatan pendidikan untuk Sumatera

Penerjemah: Imamatul Silfia, Raka Adji
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar