Demonstrasi Besar di Iran Picu Kerusuhan, 7 Tewas dan Puluhan Ditahan

Jumat, 2 Januari 2026 – 11:26 WIB

Sedikitnya tujuh orang dilaporkan tewas di Iran seiring meningkatnya kekerasan dalam gelombang baru protes anti-pemerintah. Protes ini terjadi akibat krisis ekonomi Iran yang sudah memasuki hari kelima pada Kamis, 1 Januari 2026. Bentrokan antara demonstran dan pasukan keamanan terjadi di berbagai wilayah, memicu kekhawatiran atas eskalasi situasi.

Baca Juga:
Detik-detik Mahasiswi Tewas Terjatuh Usai Motornya Disenggol Jambret di Kemayoran

Kantor berita semi-resmi Fars melaporkan tiga orang yang disebut sebagai "perusuh" tewas saat mencoba menyerang sebuah kantor polisi di provinsi Lorestan. Dalam insiden itu, 17 orang lainnya dilaporkan terluka.

Rekaman video yang beredar di media sosial — yang belum bisa diverifikasi secara independen — menunjukkan orang-orang bertopeng membakar kendaraan dan melempari batu di sekitar lokasi kejadian di kota Azna. Suara tembakan juga terdengar di latar belakang.

Baca Juga:
Detik-detik Kebakaran Bengkel di Ciputat Timur Tewaskan 1 Orang, Korban sedang Merenung di Kamar Mandi

Insiden di Azna menambah daftar korban tewas akibat bentrokan yang terus terjadi. Media pemerintah melaporkan puluhan orang telah ditangkap terkait aksi demonstrasi ini. Pasukan keamanan dikerahkan dalam jumlah besar di kota-kota besar, sementara saksi mata mengatakan penindakan lebih keras terjadi di daerah pedesaan.

Baca Juga:
800 Ribu Orang Tewas Tiap Tahun, tapi Bukan akibat Perang

Di tengah ketegangan yang makin panas, Presiden Massoud Pezeshkian berusaha meredakan situasi dengan mengadakan dialog saat mengunjungi salah satu provinsi yang terdampak protes.

Kerusuhan dilaporkan menyebar ke beberapa wilayah lain. Kelompok hak asasi manusia Hengaw yang berbasis di Norwegia menyatakan sedikitnya dua demonstran tewas di kota Lordegan, Iran bagian barat. Fars juga mengonfirmasi dua kematian dalam bentrokan di kota itu, sambil menyebut para demonstran membakar ban dan menyerang petugas polisi.

MEMBACA  BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami untuk Gorontalo hingga Papua Akibat Gempa M8,6 di Kamchatka Rusia (Format visual yang rapi dan mudah dibaca)

Seorang pria lainnya dilaporkan tewas akibat tembakan di provinsi Isfahan, menurut para aktivis. Radio pemerintah Iran melaporkan seorang anggota pasukan paramiliter Basij berusia 21 tahun tewas di kota Kuhdasht, Lorestan. Kepala kehakiman provinsi menekankan bahwa pelaku akan ditindak tegas berdasarkan kebijakan "toleransi nol".

Namun, Hengaw membantah laporan resmi tersebut. Mereka menyatakan korban bukan anggota Basij, melainkan warga sipil yang ditembak oleh pasukan keamanan. Para aktivis, mengutip sumber yang mereka percaya, menyebut korban tewas karena ditembak di kepala dari jarak dekat, meski klaim ini tidak dapat dikonfirmasi secara independen.

Halaman Selanjutnya
Krisis Ekonomi Melilit Iran

Tinggalkan komentar