Indonesia Siapkan Antivenom bagi Masyarakat Baduy untuk Tangani Gigitan Ular

Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Indonesia sedang menyiapkan antivenom dan mengerahkan tenaga kesehatan dengan keahlian khusus untuk mengurangi risiko gigitan ular di masyarakat Baduy di Lebak, Banten.

Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Kunta Wibawa Dasa Nugraha menyatakan pada Kamis bahwa ketersediaan antivenom menjadi perhatian, mengingat sebagian besar warga Baduy, kelompok masyarakat adat Sunda, bekerja sebagai petani di area pertanian dan hutan.

Dia mengatakan langkah ini mencerminkan komitmen kementerian dalam melindungi kesehatan masyarakat adat, seraya menekankan bahwa antivenom harus diberikan sesuai dengan prosedur medis yang benar.

"Persediaan antivenom harus diperiksa secara berkala. Antivenom tersedia di puskesmas, tetapi tidak dalam jumlah besar," kata Nugraha.

Dalam kejadian gigitan ular, dia menyebut pertolongan pertama dapat diberikan untuk mencegah penyebaran bisa sebelum pasien dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih tinggi.

Dia mengakui bahwa fasilitas yang menyediakan antivenom terletak sekitar 90 menit dari permukiman Baduy, namun koordinasi terus dilakukan untuk memastikan penanganan yang tepat waktu.

Selain kesiapan antivenom, layanan kesehatan esensial bagi masyarakat Baduy terus diperkuat melalui pemeriksaan kesehatan rutin dan program edukasi kesehatan.

Nugraha juga mendorong warga untuk tidak ragu mencari perawatan medis jika mengalami masalah kesehatan.

"Yang paling penting adalah kemauan mereka untuk memeriksakan kesehatannya. Dari sana, kita dapat mengidentifikasi masalahnya," ujarnya.

Sementara itu, anggota masyarakat Baduy mengatakan ketersediaan antivenom tetap sangat penting.

Narja, seorang warga Desa Cihuni di wilayah Baduy Luar, mengatakan antivenom adalah salah satu kebutuhan utama masyarakat karena tingginya risiko gigitan ular saat bekerja di ladang.

Dia mengatakan antivenom seharusnya tersedia sebagai langkah pencegahan, meski tidak dalam jumlah berlebihan.

"Antivenom dibutuhkan untuk mengantisipasi gigitan ular. Terkadang, sulit untuk mendapatkannya," kata Narja.

MEMBACA  Pilihan Terbaik Matras Tidur untuk Backpacking (2025), Diuji dan Diulas oleh WIRED

Berita terkait: Turis asing dilarang mengunjungi perkampungan Baduy Dalam

Berita terkait: Baduy Dalam minta layanan internet dihapus

Penerjemah: Mecca Yumna, Resinta Sulistiyandari
Editor: Anton Santoso
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar