Perang Rusia-Ukraina: Daftar Peristiwa Penting di Hari ke-1.396

Berikut perkembangan terkini per Minggu, 21 Desember:

Pertempuran

Jumlah korban tewas akibat serangan misil Rusia di kota pelabuhan Ukraina, Odesa, meningkat dari tujuh menjadi delapan, dengan setidaknya 30 lainnya terluka, menurut otoritas Ukraina.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menggambarkan situasi di Odesa sebagai “sangat berat” dan menuduh Rusia berupaya memblokir akses Kyiv ke Laut Hitam.
Pemimpin Ukraina itu juga menyatakan bahwa ia berencana untuk mengganti pimpinan Komando Udara Selatan, Dmytro Karpenko, menyusul serangan Rusia di Odesa.
Wakil Perdana Menteri Ukraina Oleksii Kuleba menyebut pasukan Rusia juga menyerang pelabuhan Pivdennyi di dekatnya pada hari Sabtu, mengenai beberapa tempat penampungan.
Militer Ukraina menyatakan pasukan khususnya melancarkan serangan drone terhadap rig minyak Lukoil di Laut Kaspia pada hari Jumat, bersama kapal patroli militer Rusia Okhotnik. Militer juga menyatakan bahwa rig minyak Filanovsky, yang telah menjadi sasaran dua kali bulan ini, mengalami kerusakan dalam serangan tersebut.
Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim pasukannya telah menguasai desa Svitle dan Vysoke, yang masing-masing terletak di wilayah Donetsk timur Ukraina dan wilayah Luhansk timur laut.

Diplomasi dan Perundingan Gencatan Senjata

Zelenskyy menyatakan Amerika Serikat mengusulkan format baru perundingan dengan Rusia, berupa pembicaraan tiga pihak di tingkat penasihat keamanan nasional dari Ukraina, Rusia, dan AS.
Pemimpin Ukraina tersebut menyatakan keraguannya bahwa perundingan ini akan menghasilkan “hal yang baru”, namun menambahkan bahwa ia percaya perundingan yang dipimpin AS memiliki peluang terbaik untuk berhasil.
Ia menambahkan akan mendukung diskusi trilateral jika hal itu membuahkan kemajuan dalam area seperti pertukaran tahanan atau pertemuan tingkat pemimpin. “Jika ‍pertemuan semacam itu dapat ⁠dilangsungkan sekarang untuk memungkinkan pertukaran tawanan perang, atau jika pertemuan penasihat keamanan nasional mencapai kesepakatan untuk pertemuan pemimpin… Saya tidak bisa menolak. Kami akan mendukung usulan AS seperti itu. Mari kita lihat perkembangannya,” ujarnya.
Zelenskyy juga menolak seruan untuk menggelar pemilihan umum di Ukraina seiring berlanjutnya perang, dengan menyatakan bahwa pemungutan suara tidak dapat dilaksanakan di wilayah yang diduduki Rusia dan kondisi keamanan harus membaik terlebih dahulu. “Bukan [Presiden Rusia Vladimir] Putin yang menentukan kapan dan dalam format apa pemilu di Ukraina akan berlangsung,” kata Zelenskyy.
Zelenskyy mendesak para pemimpin Eropa untuk menyetujui langkah untuk menyita aset Rusia yang dibekukan dan menggunakannya untuk mendanai upaya perang Ukraina, dengan mengatakan bahwa hal itu akan memperkuat posisi tawar Ukraina di meja perundingan. Dana Moneter Internasional memperkirakan Ukraina akan membutuhkan sekitar 137 miliar euro (161 miliar dolar AS) pada 2026 dan 2027, karena tuntutan perang terus membebani perekonomian negara.
Utusan khusus Rusia Kirill Dmitriev mengadakan pembicaraan dengan rekannya dari AS, Steve Witkoff, dan menantu Presiden AS Donald Trump, Jared Kushner, di kota Miami.
“Diskusi ‌berlangsung secara konstruktif. Pembicaraan telah dimulai lebih awal dan ‌akan dilanjutkan ⁠hari ini, serta esok hari,” ‌kata Dmitriev.
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menghadiri sebuah konferensi puncak di Kairo, yang digelar untuk memajukan kerjasama yang lebih erat antara Rusia dan negara-negara Afrika, dan dihadiri oleh lebih dari 50 negara. Lavrov mempromosikan Rusia sebagai “mitra terpercaya” bagi negara-negara Afrika dalam bidang seperti keamanan dan kedaulatan nasional.

MEMBACA  Dua hakim Mahkamah Agung ditembak mati di Tehran

Senjata

Asisten Presiden Ukraina Oleksandr Kamyshin mengumumkan kesepakatan dengan Portugal tentang produksi bersama drone maritim, dengan menyatakan hal itu akan membantu “membela Eropa dari laut”.