Jakarta (ANTARA) – Pemerintah sudah mulai menilai lokasi untuk pembangunan rumah permanen bagi warga terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno menyebutkan penilaian ini merupakan bagian dari proses relokasi perumahan, yang berjalan sejajar dengan pembangunan hunian sementara.
“Hunian sementara sudah berjalan, dan beberapa wilayah sudah masuk tahap persiapan untuk rumah permanen. Menteri Perumahan melaporkan persiapannya sudah siap, dan kami sudah sepakat untuk melakukan assmen terhadap lokasi relokasi,” ujarnya pada Rabu.
Selain itu, pemerintah mendorong pemulihan infrastruktur dasar, terutama akses lahan, yang belum berfungsi sepenuhnya.
“Kami mengerahkan sumber daya, termasuk 1.000 unit alat berat dan puluhan jembatan darurat sesuai arahan Presiden. Di daerah yang mati listrik, kami juga menyediakan generator,” jelas Pratikno.
Dia menekankan bahwa pemulihan pascabencana di tiga provinsi tersebut merupakan prioritas nasional, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Semua kementerian dan lembaga telah ditugaskan untuk bekerja sinergis lintas sektor guna mempercepat pemulihan.
Menteri mencatat bahwa pemerintah memiliki pendanaan yang memadai untuk mendukung penuh penanganan bencana. Dia menambahkan bahwa meskipun tingkat kerusakan dan isolasi wilayah bervariasi, upaya pemulihan menunjukkan perkembangan yang menjanjikan. Menurut Pratikno, daerah yang terisolasi telah dibuka kembali melalui kolaborasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI, Polri, Kementerian PUPR, dan institusi terkait lainnya.
Pemerintah juga terus memastikan ketersediaan logistik, BBM, dan LPG, serta pemulihan layanan listrik dan kesehatan.
Sebelumnya, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, menyatakan pemerintah akan membangun 2.603 rumah bagi korban di tiga provinsi tersebut. Pembangunan rumah permanen rencananya dimulai bulan ini, dengan mengutamakan kehati-hatian dan kepatuhan regulasi tanpa menghambat kecepatan bantuan.
Pembangunan 2.603 rumah ini mengandalkan pendanaan non-APBN, terutama didukung oleh Yayasan Tzu Chi sebanyak 2.500 unit dan 103 unit dari dana pribadi Sirait.
Berita terkait: BNPB Indonesia rencanakan hunian sementara pasca banjir Sumatra Utara
Berita terkait: Pemerintah RI siapkan jalan dan jembatan Sumatra Utara untuk liburan
Penerjemah: Asep Firmansyah, Resinta Sulistiyandari
Editor: Arie Novarina
Hak Cipta © ANTARA 2025