Layanan pesan antar makanan terkadang rumit di tengah malam buta.
Hal itulah yang dialami sepasang suami istri di McCracken County, Kentucky, pada awal Desember lalu. Menurut Kantor Sheriff Vanderburgh, pasangan tersebut memesan makanan melalui DoorDash "tak lama setelah tengah malam," namun saat mereka mulai menyantapnya, muncul sensasi perih di hidung dan mulut. Setelah meninjau rekaman doorbell keamanan, terlihat bahwa sang Dasher menyemprotkan suatu zat pada makanan sebelum menyerahkannya.
Mashable Light Speed
LIHAT JUGA:
DoorDash perkenalkan robot kurir baru yang bisa menguap, mengedip, dan melaju 20 mph.
Terduga Dasher, Kourtney N. Stevenson, mengaku pada penyelidik bahwa ia berusaha menyemprotkan pepper spray pada seekor laba-laba karena fobianya terhadap arachnida. Seperti ditegaskan Kantor Sheriff dalam rilis pers, sangat tidak mungkin menemukan laba-laba di luar ruangan dalam cuaca 35 derajat Fahrenheit yang terjadi malam itu. Stevenson ditahan atas dakwaan kejahatan battery dan pemalsuan produk konsumen.
Apapun alasan di baliknya, pelajaran yang bisa diambil adalah selalu pastikan makanan terlihat, beraroma, dan tampak normal sebelum disantap.