Jakarta (ANTARA) – Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, meminta agar pembangunan perumahan untuk korban banjir dan longsor Sumatra segera dilaksanakan dengan menggunakan tanah milik negara.
“Saya mendapat laporan dari Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman bahwa, mungkin mulai Minggu ini, kita akan memulai pembangunan 2.000 unit rumah, kemungkinan rumah permanen,” ujarnya dalam Rapat Pleno Kabinet di Istana Negara, Jakarta, pada Senin.
Presiden menyatakan bahwa pemerintah telah merencanakan pembentukan lembaga atau satgas khusus untuk menangani rehabilitasi dan rekonstruksi di daerah terdampak bencana.
Melalui mekanisme ini, pemerintah akan mempercepat pembangunan hunian sementara maupun permanen bagi warga yang terdampak.
Dalam rapat tersebut, presiden juga menyebutkan bahwa anggaran untuk rehabilitasi dan rekonstruksi telah disiapkan, bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Ketersediaan anggaran ini didukung oleh kebijakan efisiensi yang diterapkan pemerintah sejak awal kepemimpinan Prabowo Subianto, sehingga ruang fiskal tetap terjaga.
Menurut presiden, prinsip belanja yang efisien dan berkeadilan, sebagaimana diamanatkan UUD 1945, memungkinkan pemerintah memiliki kapasitas pendanaan yang cukup untuk kebutuhan mendesak, termasuk penanggulangan bencana.
Banjir dan longsor yang parah melanda tiga provinsi di Sumatra, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, pada akhir November 2025 setelah curah hujan dengan intensitas tinggi.
Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga 15 Desember, jumlah korban jiwa akibat bencana tersebut mencapai 1.030 orang, sementara 206 orang masih dinyatakan hilang.
Berdasarkan data itu, bencana merusak setidaknya 186 ribu rumah, 145 jembatan, dan 434 rumah ibadah di seluruh 52 kabupaten dan kota yang terdampak di ketiga provinsi tersebut.
Berita terkait: Sumatra floods: Prabowo orders total audit of Toba Pulp Lestari
Berita terkait: Govt adds fuel delivery points for Sumatra recovery ships
Berita terkait: Budget efficiency secures disaster response funds, Prabowo says
Penerjemah: Fathur Rochman, Raka Adji
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2025