Pengusaha kripto asal Korea Selatan sekaligus terdakwa penipu, Do Kwon, dijatuhi hukuman 15 tahun penjara oleh seorang hakim federal AS di Distrik Selatan New York pada Kamis lalu.
Kwon tampak muram saat diantar masuk ke ruang sidang oleh Marsyal AS, dengan kepala tertunduk. Ia mengenakan seragam penjara berwarna kuning terang di atas kemeja lengan panjang, disertai belenggu di pinggang dan tangannya.
Pada Agustus lalu, Kwon mengaku bersalah atas tuduhan menipu investor yang membeli koin kripto yang diterbitkan perusahaannya, Terraform Labs. Pada Mei 2022, runtuhnya tiba-tiba koin-koin tersebut menghapus $40 miliar dan menjerumuskan ekonomi kripto ke dalam kekacauan yang memicu kebangkrutan banyak perusahaan lain.
“Penipuan Kwon sangat luas cakupannya, meresap ke hampir setiap aspek bisnis yang di klaim Terraform,” tulis jaksa penuntut AS dalam berkas pengadilan terbaru. “Kebohongannya yang merajalela meninggalkan jejak kehancuran finansial.”
Ketika diberi kesempatan berbicara di pengadilan pada Kamis itu, Kwon menyatakan ia bertanggung jawab penuh atas penipuan tersebut. Setelah berterima kasih kepada mantan rekan kerja dan pendukungnya, yang beberapa di antaranya berkumpul di balkon publik, ia menjadi emosional. Pengacaranya, di kiri dan kanannya, mengusap punggungnya.
Pelanggaran yang diakui Kwon membawa hukuman maksimal 25 tahun penjara. Sebelum sidang, penuntut mengajukan hukuman 12 tahun. Namun hakim ketua, Paul Engelmayer, memutuskan bahwa hukuman yang lebih berat diperlukan untuk mencegah penipu kripto di masa depan.
“Kasus ini akan menjadi pengingat tentang berbuat jahat dan konsekuensinya,” kata Engelmayer di ruang sidang. “Untuk Do Kwon berikutnya, jika kamu melakukan penipuan, kamu akan kehilangan kebebasanmu untuk waktu yang lama.”
Kwon mendirikan Terraform pada 2018 bersama rekan pendirinya, Daniel Shin. Dua tahun kemudian, perusahaan itu mengumumkan rencana meluncurkan TerraUSD (UST), sebuah stablecoin yang nilainya konon dipatok ke dolar AS melalui sebuah algoritma. Algoritma itu akan mengikat UST dengan koin kedua yang diterbitkan perusahaan, LUNA. Satu dolar LUNA dapat ditukar dengan satu dolar UST, dan sebaliknya. Jika UST turun di bawah $1, pedagang akan terdorong untuk membeli LUNA hingga nilai targetnya pulih.
“Itu adalah mekanisme yang menarik dan sangat novel,” ujar Noelle Acheson, seorang analis yang sebelumnya bekerja di broker kripto Genesis, kepada WIRED tahun lalu. “Banyak orang cerdas percaya itu akan berhasil.”
Pada Mei 2022, sistem penyeimbang harga itu gagal. Ketika pedagang menjual UST dalam jumlah besar, nilainya menyimpang dari patokan dolar, memicu aksi jual panik yang menjatuhkan harganya hampir ke nol. Dalam sebuah cuitan yang kini terkenal, Kwon mencoba menghentikan penjualan itu dengan menulis, “menggelontorkan lebih banyak modal—tetap tenang kawan.” Namun nilai UST dan LUNA terjun bebas, menghapus $40 miliar dari pasar.