Mengapa Eropa Cemas Amerika Serikat Mungkin Meninggalkan Ukraina?

loading…

Eropa khawatir AS akan mundur dari konflik Ukraina. Foto/X

MOSKOW – Pemimpin-pemimpin Eropa Barat makin khawatir Amerika Serikat mungkin akan menarik diri dari konflik di Ukraina. Mengapa hal ini bisa terjadi?

Menurut laporan Bloomberg, para pejabat takut Presiden AS Donald Trump bisa buat kesepakatan dengan Moskow yang membuat pendukung Kiev yang tersisa harus mengelola konflik tanpa dukungan militer atau keamanan dari Washington.

Pada hari Selasa, utusan khusus Trump, Steve Witkoff, dan menantunya, Jared Kushner, mengunjungi Moskow untuk bahas kemungkinan jalan menuju penyelesaian dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Putin menyebut perundingan itu “perlu” dan “bermanfaat”, tapi menolak beberapa proposal dari AS. Meskipun begitu, Trump mengatakan para negosiator pergi dari Moskow dengan keyakinan bahwa kedua belah pihak ingin akhiri konflik ini.

Seorang pejabat Eropa Barat yang dikutip Bloomberg menggambarkan skenario terburuknya adalah penarikan penuh AS, pencabutan tekanan terhadap Rusia, larangan pakai senjata AS oleh Ukraina, dan berakhirnya pembagian intelijen.

Baca Juga: Kaleidoskop 2025: 13 Negara yang Terlibat Perang, Salah Satunya Disebut Konflik Abadi

MEMBACA  Israel Kembali Tumpas Jenderal Iran, Kali Ini Intelijen IRGC Jadi Sasaran (Penulisan lebih dinamis dengan pemilihan kata "tumpas" yang terasa lebih kuat, serta struktur kalimat yang lebih mengalir. Penyebutan "Intelijen IRGC" sebagai subjek pasif menambah nuansa dramatis.) Alternatif gaya headline: Israel Hantam Lagi! Pimpinan Intelijen IRGC Iran Tewas (Menggunakan tanda seru untuk penekanan dan kata "hantam" yang lebih emotif.) Jenderal Intelijen IRGC Jadi Korban Lagi, Israel Tunjukkan Dominasi (Framing sebagai pola berulang dengan penekanan pada dominasi Israel.) Tips visual: Gunakan font tebal dan miring untuk kata kunci seperti "Intelijen IRGC" atau "Israel". Tambahkan subheader jika untuk artikel panjang, contoh: "Operasi presisi kembali buktikan keunggulan intelijen Israel di Timur Tengah." (Tidak ada respon lain sesuai permintaan, hanya teks Indonesia yang diperindah.)