Nvidia, Bitcoin, dan Bintang Jatuh Lainnya Seret Pasar Saham AS

Pasar saham Amerika jatuh pada hari Senin. Saham-saham seperti Nvidia dan perusahaan lain yang terkait dengan teknologi AI kehilangan nilainya lagi.

Indeks S&P 500 turun 0,9% dan menjauh dari rekor tertingginya bulan lalu. Dow Jones turun 557 poin (1,2%), dan Nasdaq juga turun 0,8%.

Nvidia, yang sering mempengaruhi pasar akhir-akhir ini, turun 1,8%. Perusahaan AI lain seperti Super Micro Computer juga turun banyak, yaitu 6,4%.

Bitcoin juga turun, kini di bawah $92,000. Ini membuat harga saham perusahaan seperti Coinbase dan Robinhood ikut turun.

Banyak kritikus sudah memperingatkan bahwa harga saham mungkin akan turun karena terlalu mahal, terutama saham-saham AI yang naik sangat cepat. Meski turun hari ini, harga saham Nvidia masih naik 39% tahun ini.

Semua orang sekarang menunggu laporan keuangan Nvidia yang akan dirilis hari Rabu. Laporan ini sangat penting karena jika hasilnya tidak sesuai ekspektasi, pasar saham bisa terpengaruh.

Perusahaan lain, Aramark, juga melaporkan keuntungan yang lebih rendah dari perkiraan. Sahamnya pun turun 5,2%.

Di sisi lain, saham Alphabet naik 3,1% karena perusahaan milik Warren Buffett, Berkshire Hathaway, membeli sahamnya senilai $4,34 miliar.

Harapan untuk turunnya suku bunga oleh Federal Reserve juga mulai berkurang. Banyak yang bertanya-tanya apakah Fed akan memotong suku bunga lagi bulan Desember nanti. Inflasi yang masih tinggi menjadi alasannya. Laporan tenaga kerja yang tertunda karena shutdown pemerintah juga akan dirilis akhir minggu ini dan bisa membuat pasar kembali bergejolak.

* S&P 500 turun 61,70 poin ke 6.672,41.
* Dow Jones turun 557,24 poin ke 46.590,24.
* Nasdaq turun 192,51 poin ke 22.708,07.

Di pasar obligasi, imbal hasil Treasury 10-tahun sedikit turun menjadi 4,13%.

MEMBACA  Tarif terbaru Trump akan meningkatkan biaya membangun rumah baru sebesar rata-rata $9,200

Pasar saham di Eropa dan Asia sebagian besar turun. Ekonomi Jepang dilaporkan mengalami kontraksi. Hanya indeks Kospi Korea Selatan yang naik 1,9% karena saham teknologi di sana bagus.

___
Kontribusi dari Penulis Bisnis AP, Matt Ott dan Elaine Kurtenbach.