Robot Rusia Tersungkur di Panggung Saat Demonstrasi di Moskwa

Dewasa ini, jagat teknologi tampaknya terobsesi dengan robot humanoid, dan hampir setiap perusahaan ternama seakan berlomba-lomba mengembangkan robot bipedalnya sendiri untuk dilempar ke pasar. Sayangnya, banyak dari robot-robot tersebut kinerjanya belum optimal. Contohnya, baru-baru ini sebuah perusahaan asal Rusia meluncurkan prototipe robot humanoid yang telah lama diantisipasi, hanya untuk menyaksikan mesin itu terjungkal di atas panggung di hadapan ratusan penonton.

Robot yang dimaksud, bernama AIdol, merupakan hasil kreasi perusahaan Rusia bernama Idol. Robot ini diperkenalkan dalam sebuah forum yang diselenggarakan oleh New Technology Coalition, yang oleh The Telegram disebut sebagai “asosiasi perusahaan-perusahaan pengembang robot humanoid.” Sang bot, yang digambarkan sebagai “robot antropomorfik pertama Rusia,” sayangnya kehilangan keseimbangan, jatuh, dan rusak di atas panggung. Berbagai media menggarisbawahi ironi tragis ketika insiden itu terjadi diiringi lagu tema dari film Rocky.

Sebuah video insiden tersebut dengan jelas merekam debut yang kurang gemilang dari sang robot:

Vladimir Vitukhin, CEO Idol, memberikan pernyataan mengenai kejadian ini: “Inilah tepatnya yang disebut pembelajaran langsung di mana sebuah kesalahan yang berhasil akan berubah menjadi pengetahuan, dan yang tidak berhasil menjadi pengalaman. Saya berharap kesalahan ini dapat menjadi sebuah pengalaman.”

Meski insiden terbaru ini sedikit memalukan, Idol bukanlah satu-satunya. Sebagian besar “robot” yang telah diperkenalkan ke publik dalam beberapa tahun terakhir mengalami nasib serupa. Ingatkah ketika Elon Musk pertama kali meluncurkan “Tesla bot,” yang ternyata hanyalah seseorang dalam setelan kostum? Musk sejak itu telah membagikan bukti yang lebih konkret mengenai “Optimus” —nama baru bot tersebut—namun aib dari insiden awal itu masih melekat.

Meski demikian, terdapat perusahaan robotika lain yang telah mencapai kemajuan luar biasa —jika bukan hal yang agak mencemaskan— di bidang di mana perusahaan lain tampak masih mengalami kesulitan. Salah satu contohnya adalah Boston Dynamics, perusahaan yang menghadirkan robot “anjing” berkaki empat bernama “Spot.” Perusahaan ini juga telah mencatat sejumlah keberhasilan dalam membangun robot bergaya humanoid. “Atlas,” robot bipedal yang dikembangkan dengan dana dari DARPA, secara nyata lebih mumpuni dibandingkan banyak robot sejenisnya. Sekali lagi, entah hal tersebut membawa dampak baik bagi umat manusia atau tidak, namun kenyataannya memang demikian.

MEMBACA  Alat AR baru pintar Dyson memastikan Anda tidak melewatkan satu pun saat menyedot debu