BGN Hentikan Operasional SPPG Diduga Penyebab Keracunan MBG di Meruya

Selasa, 4 November 2025 – 02:02 WIB

Jakarta, VIVA – Badan Gizi Nasional (BGN) nutup sementara operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Meruya Selatan, Jakarta Barat. Penutupan ini terjadi karena ada dugaan 20 siswa SDN 01 Meruya Selatan keracunan setelah makan menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Baca Juga:
Polisi Selidiki Dugaan Penukaran Label SNI dan Halal di Program Makan Bergizi Gratis Jakut

Kepala SPPG Meruya Selatan, Satria Jayaputra, mengatakan, “Kami ditutup sementara sampai hasil Labkesda keluar. Kami juga tetap mengikuti SOP keamanan pangan dari BGN.”

Baca Juga:
Resmikan Gedung SPPG di Baubau, Wamendagri Bima Arya Tegaskan Dua Target Utama Program MBG

Sementara itu, SDN Meruya Selatan 01 juga menghentikan program MBG selama kira-kira 10 hari dengan alasan yang sama. "Jadi, untuk sementara itu memang diberhentikan kurang lebih 10 hari," kata Wakil Kepala SDN Meruya Selatan 01, Nur Syamsiyah.

Baca Juga:
SD Negeri di Meruya Jakbar Hentikan MBG Usai Puluhan Siswa Keracunan

Meskipun 20 siswa mendapat perawatan medis setelah makan menu MBG dari SPPG Meruya Selatan pada Rabu, 29 Oktober 2025, Nur belum dapat memastikan apakah itu benar-benar keracunan. "Masih dalam proses penyelidikan. Jadi, sampai saat ini kita juga tidak bisa memvonis itu keracunan atau tidak, karena memang hasil belum kami terima," ujarnya.

Kejadian ini terjadi pada hari ketiga sekolah tersebut mendapat jatah MBG. Indikasi keracunan terlihat saat 20 anak menunjukkan gejala mual dan pusing setelah menyantap menu yang terdiri dari mi, telur kecap, puding, dan beberapa item lainnya.

Kepala SDN Meruya Selatan 01, Siti Sofyatun, menjelaskan, "Tujuh anak dibawa ke RSUD, karena waktu itu Puskesmas Kembangan lagi penuh. Yang 13 anak lainya ditangani dokter di sekolah. Artinya tak parah."

MEMBACA  Kapolri Teguhkan Dukungan bagi Ketahanan Pangan untuk Percepat Pembangunan

Program Makanan Bergizi Gratis (MBG)

Meski hasil lab resmi belum keluar, Siti menduga item menu yang menyebabkan masalah adalah mi atau puding. Seluruh siswa yang terkena dampak kini sudah dinyatakan aman dan kembali beraktivitas normal keesokan harinya. (Ant)