Francesco Bagnaia Buka Suara soal Fobianya pada Ketinggian di Sprint MotoGP

Jumat, 31 Oktober 2025 – 21:40 WIB

Pebalap Ducati Lenovo Team, Francesco Bagnaia, mengalami momen menegangkan saat dia memimpin Sprint Race MotoGP Malaysia 2025 di Sirkuit Sepang.

Baca Juga:
Nicolo Bulega Jalani Debut Tes MotoGP, Sinyal Kuat Calon Pengganti Marc Marquez

Ride-height device atau perangkat untuk atur ketinggian di motornya tiba-tiba tidak berfungsi. Tapi, dia tetap bisa menang dengan keunggulan 2,259 detik dari Alex Marquez dari Gresini Racing. Kemenangan ini adalah sprint race kedua untuk Bagnaia musim in.

Francesco Bagnaia di MotoGP Qatar

Baca Juga:
Daftar Sepeda Motor Gaya Klasik Terbaik untuk Pemula, Tampil Gagah tapi Mudah Dikendarai!

Setelah lomba, Bagnaia akui bahwa perangkat yang rusak itu sempat buat dia khawatir.
“Jujur saja, saya cukup takut, tapi setelah lihat catatan waktunya, saya cukup terkejut. Saya sangat cepat," kata Bagnaia.

Baca Juga:
Intip Kondisi Terbaru Fermin Aldeguer Usai Terjatuh Hebat di MotoGP Malaysia

Perangkat ride-height biasanya bantu atur suspensi motor, kasih stabilitas di lintasan lurus, dan dukung performa di tikungan. Tanpa perangkat ini, Bagnaia kehilangan sedikit keuntungan di straight, tapi tetap bisa maksimalkan kemampuan motornya di tikungan.

Strategi dan Faktor Pendukung Kemenangan

Beberapa faktor yang bantu Bagnaia tetap menang meski ada masalah teknis:

  • Start dari posisi pole karena waktu tercepat di kualifikasi, kasih dia keunggulan di awal.
  • Kondisi grip lintasan Sepang yang rendah bikin suspensi yang lebih panjang justru bekerja lebih baik, jadi masalah ride-height tidak terlalu berpengaruh.
  • Pilihan ban medium di depan, beda dengan banyak pesaing yang pakai ban soft, ternyata efektif untuk jaga konsistensi kecepatan.

    Dengan kemenangan ini, Bagnaia naik di klasemen pembalap, geser Marco Bezzecchi untuk posisi ketiga. Dia tekankan bahwa menang di sprint race ini penting untuk bangun kepercayaan diri sebelum balapan utama hari Minggu, tapi target utamanya tetap fokus pada hasil Grand Prix.

    Pembalap Ducati, Francesco Bagnaia

    Walaupun sukses di sprint, Bagnaia hadapi tantangan teknis lain seperti kemungkinan ban belakang bocor yang bisa ganggu performa di balapan utama. Tim Ducati akan periksa sistem ride-height dan semua suspensi motornya untuk pastikan masalah yang sama tidak terulang di balapan berikutnya, termasuk MotoGP Portugal 2025.

    Kemenangan Francesco Bagnaia di Sprint MotoGP Malaysia tunjukkan kemampuannya tetap tangguh meski ada masalah teknis. Dia berhasil padukan strategi, kemampuan motor, dan ketenangan mental untuk amankan podium. Hasil ini juga jadi sinyal positif bahwa Ducati dan Bagnaia mulai temukan konsistensi yang sempat hilang, perkuat peluang mereka di sisa musim MotoGP 2025.

MEMBACA  Saya Bertanya pada ChatGPT Cara Agar Tidak Kehabisan Uang Sebelum Meninggal — Inilah Jawabannya