Indonesia dan Vatikan Berkomitmen Wujudkan Deklarasi Istiqlal dalam Tindakan Nyata

Jakarta (ANTARA) – Indonesia dan Takhta Suci Vatikan telah berkomitmen untuk mengubah Deklarasi Istiqlal menjadi aksi nyata. Pejabat Vatikan akan berkunjung ke Indonesia pada bulan Desember nanti untuk membahas rencana tersebut, ungkap Menteri Agama Nasaruddin Umar.

“Kami sudah melakukan banyak pertemuan intensif dengan Vatikan. Mereka ingin menindaklanjuti Deklarasi Istiqlal dengan aksi yang nyata dan bisa diukur,” kata Umar di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, Indonesia dan Vatikan akan mendiskusikan aksi yang berfokus pada tiga isu utama dalam Deklarasi: dehumanisasi, situasi pascaperang, dan perlindungan lingkungan. Ketiga hal ini terkait langsung dengan kesejahteraan dan kelangsungan hidup manusia.

“Pihak Vatikan menekankan pentingnya kolaborasi global dalam mengatasi krisis kemanusiaan dan lingkungan. Mereka menilai Deklarasi Istiqlal sangat relevan dan bisa diterapkan untuk menjawab tantangan tersebut,” ujar sang mentri.

Umar menambahkan, Indonesia dan Vatikan akan menyusun aksi bersama yang menekankan pada pendidikan lintas agama, nilai-nilai kemanusiaan, dan advokasi pembangunan berkelanjutan.

“Indonesia dan Vatikan memiliki komitmen yang sama untuk memperkuat perdamaian, toleransi, dan keadilan sosial,” tambahnya.

Menyoroti kunjungannya baru-baru ini ke Roma untuk menghadiri Pertemuan Internasional untuk Perdamaian “Daring Peace”, Umar menyebutkan bahwa para pemimpin agama dunia berharap Indonesia dapat memainkan perannya sebagai pemimpin dalam dialog dan inisiatif perdamaian global.

Dalam agenda tersebut, menteri bertemu dengan Paus Leo XIV dan para pemimpin agama untuk membahas tindak lanjut Deklarasi Istiqlal, yang ditandatangani bersama oleh Umar sendiri, sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal, dan Paus Fransiskus pada tahun 2024.

“Ini saatnya Indonesia memainkan peran penting dalam mewujudkan perdamaian dunia. Kami memiliki pengalaman luas dalam mengelola keberagaman, dan itu menjadi modal kami untuk berkontribusi di tingkat internasional,” tegasnya.

MEMBACA  Segalanya Boleh Runtuh, Sang Saka Harus Tetap Berkibar

Deklarasi Istiqlal ditandatangani oleh Paus Fransiskus dan Nasaruddin Umar selama Pertemuan Antaragama di Masjid Istiqlal Jakarta pada September 2024, sebagai bagian dari kunjungan Paus ke Indonesia.

Deklarasi tersebut, yang bertujuan untuk mengatasi dua krisis global utama yaitu dehumanisasi dan perubahan iklim, menyerukan kepada para pemimpin agama untuk mempromosikan nilai-nilai spiritual bersama untuk “mengalahkan budaya kekerasan dan ketidakpedulian yang melanda dunia kita” serta bekerja sama dalam menyelesaikan tantangan global.

Berita terkait: Indonesia kirim Menag Umar ke forum perdamaian dunia di Roma
Berita terkait: Imam Besar Istiqlal dan Paus Fransiskus akan tandatangani deklarasi kemanusiaan

Penerjemah: Asep Firmansyah, Nabil Ihsan
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2025