Jumat, 22 Maret 2024 – 10:47 WIB
Jambi – Tim Kuasa Hukum dari keluarga santri yang meninggal di Pondok Pesantren Raudhatul Mujawwidin, Tebo, Jambi, yakni Rifki Septino, mengatakan bahwa keterangan bahwa santri bernama Airul Harahap meninggal akibat konsleting listrik hanyalah sebuah skenario untuk menyembunyikan fakta sebenarnya tentang kematian santri tersebut.
Rifki menegaskan bahwa akan mengungkap skenario jahat yang menimpa korban, karena selama ini upaya tersebut dilakukan untuk mengalihkan pandangan masyarakat terkait kematian santri Airul Harahap. “Kami akan mengungkap semua skenario jahat ini secara terang-terangan kepada masyarakat Republik Indonesia,” ujarnya.
Selama proses penyelidikan, Rifki juga menyebutkan bahwa saat Airul Harahap meninggal, kemungkinan ada skenario palsu yang dibuat, karena pesantren selalu memberikan pernyataan bahwa santri tersebut meninggal karena tersengat listrik. Tim pengacara keluarga santri Airul Harahap yakin bahwa Penyidik Polres Tebo dan Tim Asistensi Ditreskrimum Polda Jambi akan segera menangkap para pelaku yang terlibat.
Menurut Rifki, santri yang meninggal diduga telah dianiaya oleh para senior di pondok pesantren hingga menyebabkan kematian. Ia juga menyoroti hasil visum klinik yang menunjukkan bahwa korban meninggal akibat tersengat listrik, namun hasil tersebut kemungkinan telah dimanipulasi. Diketahui bahwa Airul Harahap ditemukan meninggal di lantai tiga Pondok Pesantren Raudhatul Mujawwidin, Tebo, Jambi pada Selasa, 14 November 2023. Setelah kejadian tersebut, orang tua korban langsung melapor ke pihak kepolisian dan pengacara terkenal Hotman Paris.