Pemerintah Kota Ambon Kerahkan Kapal Cepat untuk Bersihkan Teluk

Pemerintah Kota Ambon di provinsi Maluku, Indonesia, telah mengerahkan empat speed boat untuk membersihkan sampah yang menumpuk di Teluk Ambon. Ini adalah bagian dari upaya yang lebih besar untuk memulihkan kesehatan lingkungan teluk.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Sampah (LHP), Apries Gasperzs, mengatakan kapal-kapal itu beroperasi setiap hari dari pukul 08.00 hingga 12.00 waktu setempat untuk mengumpulkan sampah yang mengapung.

"Keempat kapal ini sudah lama menjadi bagian dari program pembersihan harian kami. Setiap pagi kami mengirimnya untuk membersihkan teluk," kata Apries pada Kamis.

Namun, dia mengakui bahwa penggunaan speed boat masih merupakan metode yang terbatas dan konvensional.

"Speed boat tidak bisa menjangkau seluruh area atau menangani volume sampah yang besar. Sebuah kapal pembersih akan jauh lebih efektif," ujarnya.

Ambon sedang mempersiapkan kapal pengeruk sampah berkolaborasi dengan organisasi Sea Cleaner dari Swiss, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Maluku, dan LHP kota.

Kapal buatan Swiss tersebut diperkirakan tiba pada November 2025 dan mulai beroperasi pada Februari 2026.

"Setelah beroperasi, kapal itu akan membuat upaya pembersihan kami jauh lebih komprehensip," kata Apries.

Kota ini juga berencana memasang jaring penahan sampah di tiga sungai besar — Galala, Waiheru, dan Mardika — yang mengalir ke Teluk Ambon, mulai 27 Oktober 2025.

Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah kota untuk melestarikan kebersihan dan keindahan Teluk Ambon sebagai ikon lokal.

"Kami ingin warga dan wisatawan menikmati teluk yang bersih, tidak lagi dipenuhi sampah plastik," ujar Apries.

Dia mendesak warga untuk tidak membuang sampah ke laut atau sungai, menekankan bahwa kesadaran masyarakat tetap menjadi kunci.

"Sebanyak apa pun peralatan yang kami sediakan, sampah akan tetap menjadi masalah jika orang terus membuang sampah sembarangan," katanya.

MEMBACA  Kecelakaan Maut Lexus, Eks Direktur Danareksa Tewas

Kota ini berharap kapal baru dan sistem pembersihan akan mengarah pada pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan mengembalikan kejernihan alami teluk.

"Tujuan kami adalah agar Ambon kembali menjadi kota yang bersih dan ramah lingkungan," pungkas Apries.