Jakarta (ANTARA) – Sebanyak 54 perusahaan asing telah menyatakan minat untuk bergabung dalam program nasional waste-to-energy Indonesia, kata Badan Investasi Danantara Indonesia pada hari Kamis.
Perusahaan-perusahaan ini, terutama dari Jepang, Tiongkok, Jerman, Belanda, dan Singapura, termasuk dari total 107 perusahaan yang berminat pada proyek tersebut. Sisanya yang 53 perusahaan merupakan perusahaan domestik, jelas CEO Danantara, Rosan Roeslani.
"Kebanyakan dari perusahaan asing ini adalah pemain utama di negara asal mereka," kata Roeslani kepada wartawan dalam sebuah forum ekonomi pemerintah di Jakarta.
Dia menambahkan, lembaganya bertekad untuk menyelesaikan proses seleksi dengan transparan dalam dua tahun ke depan, guna memastikan mitra yang paling mampu yang terpilih.
Chief Information Officer Danantara, Pandu Patria Sjahrir, menyebutkan proses lelang diharapkan selesai dalam waktu enam hingga delapan minggu.
Berita terkait: Prabowo targetkan selesaikan masalah pengelolaan sampah pada 2029
Pembangunan fasilitas pertama dijadwalkan dimulai pada akhir tahun 2025 di 10 kota, termasuk Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Bali.
Sebanyak 33 proyek direncanakan dalam inisiatif ini, dengan nilai investasi berkisar antara 150 hingga 200 juta dolar AS.
Program ini sejalan dengan dorongan pemerintah yang lebih luas untuk mengubah sampah perkotaan menjadi energi terbarukan, didorong oleh tingkat polusi yang meningkat dan kekhawatiran akan kesehatan masyarakat.
Presiden Prabowo Subianto menandatangani regulasi baru pada 10 Oktober yang mewajibkan penggunaan teknologi hijau untuk pengolahan sampah.
Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 menggariskan strategi nasional untuk mengelola sampah secara berkelanjutan sembari meningkatkan produksi energi bersih.
Berdasarkan peraturan tersebut, Danantara akan mengawasi proses pemilihan mitra berdasarkan kelayakan komersial, risiko, dan keberlanjutan finansial.
Berita terkait: Danantara dan JBIC bermitra untuk memajukan ekonomi hijau Indonesia
Penerjemah: Muhammad Heriyanto, Mecca Yumna
Editor: Rahmad Nasution
Hak Cipta © ANTARA 2025