BGN Beberkan Penyebab Keracunan MBG di Banggai: Pemasok Ikan Ditukar

Rabu, 1 Oktober 2025 – 13:49 WIB

Jakarta, VIVA – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengungkapkan penyebab kasus keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah.

Baca Juga:
Kisruh Liputan Salah Alamat MBG di Pasar Rebo Berujung Damai di Polsek

Dia mengatakan peristiwa itu terjadi setelah dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhi Gizi (SPPG) mengganti pemasok atau supplier ikan cakalang.

“Yang paling besar terkait dengan kejadian di wilayah 3 ini ada di Banggai, yang jumlahnya kurang lebih 330 orang. Penyebabnya diakibatkan karena supplier-nya diganti,” ucap Dadan saat rapat dengan Komisi IX DPR di Gedung DPR, Jakarta Pusat, Rabu, 1 Oktober 2025.

Baca Juga:
Imbas Keracunan Massal, Dadan: Perpres Tata Kelola MBG Sedang Disiapkan

Kepala BGN Dadan Hindayana meninjau siswa keracunan MBG di Bandung Barat

Menurutnya, saat itu menu MBG yang akan dibuat adalah ikan cakalang. Ketika SPPG mengganti supplier lokal untuk memasok ikan cakalang, ternyata kualitas ikannya menjadi menurun.

Baca Juga:
Bos BGN Minta SPPG Masak Menu MBG Pakai Air Galon, Ini Tujuannya

Adapun Dadan menyebut SPPG beralih ke supplier lokal karena untuk memberdayakan sumber daya dan nelayan daerah.

“Jadi menu yang disajikan adalah ikan cakalang. Supplier lamanya sudah biasa menyuplai ikan cakalang dengan kualitas baik. Kemudian karena ingin mengakomodir potensi sumber daya lokal, nelayan lokal, maka supplier diganti dengan supplier lokal,” tuturnya.

Akibatnya, kata Dadan, ikan cakalang tersebut menyebabkan banyak siswa mengalami keracunan.

UMKM binaan BRI jadi pemasok program MBG

“Kelihatannya secara kualitas, supplier bahan baku belum bisa menandingi supplier lama, sehingga terjadilah gangguan terkait alergi pada penerima manfaat yang mencapai 338 orang,” katanya.

MEMBACA  Angger Dimas Mengungkap Penyebab Perceraiannya dengan Tamara Tyasmara

tvOnenews.com/Syifa Aulia

Halaman Selanjutnya
Akibatnya, kata Dadan, ikan cakalang tersebut menyebabkan banyak siswa mengalami keracunan.