Fase Bulan Hari Ini untuk 28 September 2025

Tinggal satu hari lagi menuju fase bulan baru, artinya kita hampir bisa menyaksikan bulan setengah terang lagi.

Apa itu fase bulan? Fase-fase bulan membentuk siklus lunar, yaitu rangkaian delapan tahap penampakan bulan yang unik. Menurut NASA, berbagai fase ini terjadi karena Matahari menyinari bagian-bagian berbeda dari bulan selagi ia mengorbit Bumi.

Lanjutkan membaca untuk mengetahui apa yang bisa kamu lihat ketika menengadah ke langit malam ini, 28 September.

Apa fase bulan hari ini?

Per Minggu, 28 September, fase bulan adalah Waxing Crescent (Bulan Sabit Awal), dan menurut NASA’s Daily Moon Observation, 36% permukaannya teriluminasi malam ini.

Banyak hal yang bisa dilihat malam ini, jadi sesuaikan pandanganmu dan lihat ke atas. Dengan mata telanjang saja, kamu akan melihat Mare Crisium, Mare Tranquillitatis, dan Mare Fecunditatis. Jika kamu berada di Belahan Bumi Utara, semuanya terletak di sebelah kanan bulan, dari bagian tengah ke atas. Jika kamu di Belahan Bumi Selatan, lihatlah ke kiri bawah.

Jika punya teropong, gunakanlah untuk melihat Kawah Posidonius, Kawah Endymion, dan Mare Nectaris. Dengan teleskop, kamu akan melihat semua ini plus lokasi pendaratan Apollo 17 dan 11 serta Descartes Highlands.

Kapan bulan purnama berikutnya?

Bulan purnama berikutnya akan terjadi pada 6 Oktober. Bulan purnama terakhir terjadi pada 7 September.

Mashable Light Speed

Apa saja fase-fase bulan?

NASA menjelaskan bahwa fase bulan merupakan bagian dari siklus orbit bulan selama 29,5 hari. Ini mengubah sudut antara Matahari, Bulan, dan Bumi. Fase bulan adalah bagaimana penampakan bulan dari Bumi saat ia mengelilingi kita; kadang terlihat penuh, kadang seperti hilang sama sekali, tetapi kita selalu melihat sisi bulan yang sama, hanya saja seberapa banyak bagian yang disinari Matahari yang berubah tergantung posisinya dalam orbit.

MEMBACA  Peluang Kenaikan Berbasis Data Kuantitatif untuk Kontrarian Paling Berani dari Enovix (ENVX)

Dari sinilah kita mendapatkan bulan purnama, bulan setengah, dan bulan yang tampak tak terlihat sama sekali. Ada delapan fase bulan utama yang mengikuti siklus berulang:

Bulan Baru – Bulan berada di antara Bumi dan matahari, sehingga sisi yang kita lihat gelap (dengan kata lain, tak terlihat oleh mata).

Bulan Sabit Awal (Waxing Crescent) – Sebilah kecil cahaya muncul di sisi kanan (Belahan Bumi Utara).

Kuartal Pertama (First Quarter) – Setengah bagian bulan diterangi di sisi kanan. Terlihat seperti bulan separuh.

Bulan Cembung Awal (Waxing Gibbous) – Lebih dari separuh terang, tetapi belum sepenuhnya penuh.

Bulan Purnama (Full Moon) – Seluruh wajah bulan diterangi dan terlihat sepenuhnya.

Bulan Cembung Akhir (Waning Gibbous) – Bulan mulai kehilangan cahaya di sisi kanan.

Kuartal Terakhir (Last Quarter atau Third Quarter) – Bulan separuh lagi, tetapi kini sisi kirilah yang terang.

Bulan Sabit Akhir (Waning Crescent) – Sebilah tipis cahaya tersisa di sisi kiri sebelum akhirnya kembali gelap.