Sedikitnya sepuluh orang meninggal dunia dan 25 lainnya luka-luka akibat kebakaran yang terjadi di sebuah gedung pencakar langit di Lagos, ibu kota komersial Nigeria.
Video di media sosial pada Selasa (23/04) memperlihatkan penghuni Menara Afriland berlantai tujuh tersebut melompat dari lantai tiga dan empat saat kebakaran bermula.
Korban merupakan pekerja komersial yang terjebak di dalam gedung yang menjadi kantor bagi sebagian besar perusahaan dan organisasi komersial di kota itu.
Sebagian besar penyintas menderita luka bakar dan patah tulang saat berupaya menyelamatkan diri, sementara yang lainnya mengalami gagguan pernapasan akibat menghirup asap.
Pihak berwenang menyatakan para penghuni menjadi disorientasi karena penyebaran asap yang cepat dan kurangnya panduan evakuasi yang jelas. Para penghuni yang putus asa pun menghancurkan jendela untuk melompat, yang berujung pada trauma berat.
Chukwuemeka Eze, seorang pedagang yang menyaksikan kejadian itu, mengatakan kepada BBC: “Ini menakutkan, beberapa melompat dari atas, banyak orang di dalam sangat takut untuk melompat, kami menggunakan tangga kayu untuk menolong mereka.”
Dalam sebuah pernyataan, Badan Manajemen Darurat Negara Bagian Lagos (Lasema) menyatakan kebakaran yang berlangsung selama berjam-jam itu bermula dari ruang bawah tanah gedung tempat peralatan listrik dipasang.
Badan tersebut menduga penyebabnya adalah perawatan yang buruk dan ventilasi yang tidak memadai di area baterai inverter, yang menyebabkan overheating dan pembakaran.
Pernyataan itu menambahkan “tidak adanya sistem ekstraksi asap mekanis memungkinkan asap bermigrasi tanpa terkendali. Sistem pengeras suara umum tidak berfungsi dan tanda-tanda yang tidak memadai memperburuk kebingungan”.
“Gedung didesain dengan jendela tertutup. Pengelola fasilitas dan gedung juga menghirup asap dan pingsan selama kejadian sehingga tidak ada manajer insiden atau penjaga keselamatan yang bertugas,” tambah pernyataan tersebut.
Lasema mengatakan mereka memadamkan api setelah beberapa jam, namun asap pekat dan hitam telah menyebar ke seluruh gedung.
Presiden Nigeria Bola Tinubu menyatakan insiden ini sebagai suatu hal yang disayangkan dan turut berduka cita bersama keluarga korban meninggal.
Dinas Pemadam Kebakaran Federal Nigeria mengatakan telah meluncurkan penyelidikan untuk memastikan penyebab kejadian, termasuk keadaan sistem keselamatan, praktik perawatan, dan kepatuhan terhadap peraturan keselamatan kebakaran. Temuan akan disampaikan kepada publik, dan semua rekomendasi akan diimplementasikan, tambah dinas tersebut.