5.000 Orang Ikuti Pelatihan Potensi SAR

Jakarta (ANTARA) – Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas) mencatat lebih dari 5.000 orang di berbagai daerah Indonesia mengikuti pelatihan SAR sepanjang tahun 2025. Ini merupakan upaya untuk memperkuat kesiapsiagaan bencana yang berbasis masyarakat.

Dalam rapat dengan Komisi V DPR RI di Jakarta pada Rabu, Sekretaris Utama Basarnas Abdul Haris menyatakan bahwa pelatihan dilakukan di beberapa kota, seperti Medan, Jakarta, Pontianak, Kendari, Lampung, Makassar, Palembang, Pekanbaru, dan Maumere.

“Pelatihan SAR ini penting karena tidak semua lokasi bisa dicapai dengan cepat oleh Basarnas. Keberadaan masyarakat yang terlatih dapat menjadi garis depan,” ujarnya.

Selain itu, Basarnas juga menerapkan program SAR Goes to School di 26 sekolah dengan 4.594 siswa untuk menciptakan kesadaran kesiapsiagaan sejak usia dini.

Pengembangan staf internal juga dilakukan melalui uji kompetisi jabatan fungsional, pelatihan daring dan luring, serta penyusunan pedoman teknis pengembangan kompetensi penolong.

Pada semester pertama 2025, sebanyak 764 orang berpartisipasi dalam diseminasi jabatan fungsional pencarian dan pertolongan, termasuk uji kompetensi SAR.

“Sumber daya manusia adalah ujung tombak keberhasilan operasi. Tanpa penolong yang terlatih dan masyarakat yang tangguh, sulit mencapai standar operasional yang cepat, tepat, dan aman,” tegasnya.

Ia menekankan Basarnas berkomitmen memperkuat kapasitas sumber daya manusia baik internal maupun eksternal untuk mengurangi risiko kehilangan nyawa saat bencana.

Berita terkait: Tim SAR selamatkan nelayan hilang di Sumatra Barat
Berita terkait: Warga Rinjani dilatih selamatkan jiwa, Basarnas pimpin upaya SAR
Berita terkait: Dua WN Tiongkok tewas dalam kecelakaan speedboat di Bali

Penerjemah: M Riezko Bima Elko Prasetyo, Martha Herlinawati Si
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2025

MEMBACA  Vergil Ortiz Menghina Israil Madrimov, Memperpanjang Rekor Kemenangan 23-0