Denpasar, Bali (ANTARA) – Beberapa penerbangan domestik di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, terganggu akibat letusan Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu.
Manajer Umum bandara, Ahmad Syaugi Shahab, menginformasikan bahwa hingga Sabtu sore, enam penerbangan tertunda dan satu ditunda.
"Beberapa penerbangan domestik yang mengalami keterlambatan termasuk tiga penerbangan Batik Air ke Labuan Bajo, satu penerbangan Wings Air ke Tambolaka, dan dua penerbangan Lion Air dari Denpasar ke Kupang," jelasnya.
Sementara itu, AirAsia harus menunda penerbangannya dari Denpasar ke Labuan Bajo, tambah Shahab.
Tidak ada penerbangan internasional yang terdampak oleh letusan yang tercatat pukul 1.05 dini hari Sabtu, katanya.
Shahab memastikan bahwa operasional Bandara I Gusti Ngurah Rai secara keseluruhan berjalan normal.
"Namun, kami terus memantau situasi terkini untuk memastikan keamanan operasional penerbangan," ujarnya.
Pihaknya telah menyiapkan ruang tunggu dan berkoordinasi dengan maskapai untuk menginformasikan penumpang terkait penerbangan yang terganggu.
Selain itu, maskapai memberikan layanan bagi penumpang yang memerlukan penjadwalan ulang atau pengembalian dana.
"Kami akan terus berkoordinasi dengan semua pemangku kepentingan terkait untuk memastikan kelancaran layanan penumpang dan penerbangan di Bandara I Gusti Ngurah Rai, dan kami berharap kondisi segera normal kembali," kata Shahab.
Berita terkait: Gunung Lewotobi Laki-laki Meletus Lagi, Semburkan Abu Hingga 18 km
Pada Jumat, api pijar meledak dari Gunung Lewotobi Laki-laki, dengan kolom abu vulkanik mencapai ketinggian 10 kilometer dari kawah aktif.
Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid, menyatakan bahwa letusan tercatat di seismograf dengan amplitudo maksimum 47,3 milimeter dan durasi sekitar tiga menit 40 detik.
Letusan lain tercatat pukul 1.05 dini hari Sabtu. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di bawah Kementerian ESDM menyebutkan kolom abu vulkanik mencapai sekitar 18 km di atas permukaan laut.
Abu terlihat berwarna abu-abu hingga hitam, dengan intensitas tebal, dan bergerak ke arah barat daya, barat, dan barat laut.
Letusan ini tercatat di seismograf dengan amplitudo maksimum 47,3 milimeter dan berlangsung sekitar 14 menit 5 detik. Suara gemuruh dan dentuman keras dilaporkan di Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki saat letusan terjadi.
Berita terkait: Penerbangan Ngurah Rai Kembali Normal Selasa Setelah Letusan Lewotobi
Penerjemah: Ni Putu Putri M, Resinta Sulistiyandari
Editor: Rahmad Nasution
Hak Cipta © ANTARA 2025