Beberapa ratus pendukung Gerakan Warga Reich Jerman yang beraliran kanan jauh dan kelompok “self-administrator” berkumpul pada hari Sabtu di pusat kota Karlsruhe, Jerman barat daya.
Polisi menyebut ada sekitar 300 hingga 350 peserta di Schlossplatz Karlsruhe. Sebelumnya, pihak berwenang memperkirakan sekitar 500 orang dari seluruh Jerman akan hadir.
Para peserta mengibarkan banyak bendera Reich di dekat Mahkamah Konstitusi Federal Jerman.
Sekitar 250 kontra-demonstran juga berkumpul di Schlossplatz dengan jarak pandang ke arah Warga Reich, kata polisi. Kelompok Antifa lokal, gerakan politik anti-fasis dan anti-rasis sayap kiri, juga ikut serta.
Aksi ini berlangsung damai sejauh ini. Menurut juru bicara polisi, tidak ada insiden besar yang dilaporkan.
Gerakan Warga Reich, yang dikabarkan memiliki sekitar 6.000 pengikut di seluruh negeri, dituduh berupaya membangun “negara tandingan” dan struktur ekonomi kriminal.
Warga Reich tidak mengakui Republik Federal Jerman maupun hukumnya.
“Ini bukan Jerman kami,” ujar seorang juru bicara di atas panggung. Ia menyerukan perlawanan terhadap apa yang disebutnya “kediktatoran di negara kita.”
Warga Reich adalah istilah payung untuk menggambarkan kelompok warga Jerman yang beragam namun tidak terstruktur.
Gerakan ini tidak memiliki struktur resmi dan terdiri dari beberapa kelompok kecil.
Banyak pengikutnya meyakini bahwa Kekaisaran Jerman yang diproklamasikan tahun 1871 masih ada. Mereka menolak struktur demokrasi modern seperti parlemen, hukum, ataupun pengadilan.
Mereka juga enggan membayar pajak, iuran jaminan sosial, atau denda.
Para peserta demo “Reichsbuerger” berbaris membawa bendera menyusuri pusat kota dalam pertemuan bertema “Pertemuan Besar Keenam Negara Bagian, Tanah Air, dan Perdamaian Dunia”. -/dpa