Mihaela Rosu/Getty Images
Kalau kamu pikir AI sudah mengubah peranmu secara permanen, pikir lagi. Dampak penuh AI terhadap tanggung jawab profesional baru akan terasa dalam bulan dan tahun mendatang.
Itu pendapat Kirsty Roth, Chief Operations and Technology Officer di Thomson Reuters, yang merefleksikan riset perusahaannya tentang penggunaan AI di perusahaan modern.
Baca juga: Kebanyakan proyek AI gagal – 5 cara supaya upaya datamu sukses
Survei Future of Professionals, yang menjaring pendapat 2.275 profesional dan eksekutif C-level dari 50+ negara, menemukan bahwa 80% responden percaya AI akan berdampak besar atau bahkan transformasional pada pekerjaan mereka dalam 5 tahun ke depan. Hampir dua per lima (38%) memperkirakan perubahan ini terjadi di organisasi mereka tahun ini.
"Orang-orang ini bekerja di posisi biasa," katanya. "Kita tidak hanya bicara soal insinyur atau teknolog, tapi juga profesional di berbagai bidang yang sudah menggunakan AI."
Roth menyoroti kecepatan perubahan dan menyebut adopsi AI jauh lebih cepat dibanding transformasi digital sebelumnya, seperti e-commerce atau komputasi awan.
Survei menunjukkan lebih dari setengah (55%) profesional sudah mengalami perubahan signifikan dalam pekerjaan mereka tahun lalu atau memperkirakan pergeseran besar tahun depan.
Baca juga: 4 pertanyaan sebelum mengandalkan AI di bisnismu – dan alasannya
Namun, Roth mengatakan kepada ZDNET bahwa angka adopsi AI ini baru permulaan, dan profesional beserta atasan mereka harus bersiap untuk perubahan lebih lanjut.
"Dampaknya akan sangat besar," ujarnya. "Dan kita belum melihat efek penuhnya. Ini masih tahap awal AI."
Roth, yang memimpin transformasi berbasis AI di perusahaannya, menyarankan para pemimpin bisnis fokus pada tiga langkah.
Langkah 1: Bikin AI mudah diakses
Roth menekankan pentingnya memastikan staf memiliki akses ke alat terbaik sesuai bidang kerja mereka.
Riset Thomson Reuters menunjukkan hampir setengah (46%) organisasi sudah berinvestasi dalam teknologi AI tahun lalu, dan 30% profesional rutin memakai AI untuk memulai atau mengedit pekerjaan mereka.
Perusahaan yang tidak mengeksplorasi alat yang tepat untuk peran tertentu tidak akan menikmati manfaat AI.
"Pastikan semua orang di perusahanmu punya akses ke AI dan menggunakannya," tegas Roth.
Baca juga: Agen AI akan mengubah kerja dan masyarakat secara besar-besaran, kata Wakil Presiden AWS
"Banyak orang bicara soal peluang pendapatan atau efisiensi dari teknologi baru. Tapi kuncinya adalah profesional yang tidak pakai AI akan cepat ketinggalan."
Responden yang merasa pemimpin mereka memberi contoh baik 1,7 kali lebih mungkin melihat manfaat AI dibanding yang tidak.
"Kita semua wajib mengikuti perubahan ini, atau tidak akan bertahan di masa depan," tambah Roth.
Langkah 2: Berbagi praktik terbaik
Lebih dari setengah (53%) responden yakin organisasi mereka sudah merasakan manfaat AI, tapi hampir sepertiga (30%) mengeluh perusahaan mereka terlambat mengadopsinya.
Riset menunjukkan bahwa mencapai ROI dari AI harus jadi upaya kolaboratif antara pemimpin, profesional, dan staf pendukung.
Baca juga: 4 cara menjadikan AI keunggulan bisnismu
"Temukan cara baik untuk berbagi praktik terbaik," kata Roth. "Biasanya ada orang kreatif di bagian tertentu perusahaan yang menemukan cara cerdas memakai AI untuk kasus penggunaan lebih canggih."
Tapi ide brilian itu sia-sia jika terkurung di satu tim. "Sebarkan dan pastikan orang paham apa yang berhasil dan tidak."
Langkah 3: Ngobrol dengan rekan sejawat
Roth mendorong pemimpin dan profesional untuk belajar dari luar perusahaan.
Organisasi dengan strategi AI jelas hampir 4 kali lebih mungkin mendapat manfaat AI dibanding yang tidak punya rencana matang.
"Ku sering diskusi dengan sesama CIO tentang strategi AI mereka. Dari situ, ku dapat banyak wawasan berharga," jelas Roth.
Baca juga: 5 pekerjaan entry-level yang sudah dibantu AI, menurut Amazon
Menurutnya, kabar baiknya adalah banyak eksekutif sudah menyadari potensi AI.
"Mereka hanya perlu dukungan kepemimpinan untuk mendorong perubahan, dan beberapa orang tepat untuk memikirkan kasus penggunaan yang efektif serta cara memulai transformasi."
Melacak manfaat AI
Riset Thomson Reuters menunjukkan perusahaan yang mendukung minat profesional terhadap AI akan menuai hasil signifikan.
Responden memperkirakan AI akan menghemat 5 jam per minggu atau 240 jam setahun, bernilai rata-rata $19.000 per profesional.
Tapi membuktikan bahwa organisasimu mencapai hasil ini tidak mudah.
Baca juga: 5 cara jadi manajer agen AI yang hebat, menurut pemimpin bisnis
Roth mengaku banyak perusahaan kesulitan memahami alokasi waktu kerja karyawan dan cara AI bisa menghemat waktu mereka.
Padahal, klaim umum soal AI adalah kemampuannya mengurangi beban administratif dan membantu fokus pada tugas bernilai tinggi.
"Kami menemukan bahwa orang tidak terlalu akurat meneb