Getty Images
Kota Torre Pacheco di Spanyol selatan telah mengalami beberapa malam kerusuhan.
Total 14 orang telah ditangkap dan polisi tambahan dikerahkan setelah serangan terhadap seorang pensiunan memicu kerusuhan anti-imigran di kota kecil ini.
Tiga orang keturunan Afrika Utara ditahan atas tuduhan menyerang pria berusia 68 tahun di Torre Pacheco Rabu lalu.
Kerusuhan bermula setelah sebuah video beredar di media sosial, memanaslkan situasi di kota berpenduduk 40.000 orang yang memiliki banyak populasi imigran.
Korban dan polisi kemudian mengatakan video itu tidak terkait dengan insiden tersebut, namun ajakan di media sosial untuk menemukan dan menyerang pelaku semakin meluas.
Pada Jumat, kelompok bersenjatakan tongkat terlihat berkeliaran di jalan-jalan Torre Pacheco.
Salah satu kelompok ekstrem kanan bernama “Deport Them Now” menyerukan serangan terhadap orang keturunan Afrika Utara. Pesan lanjutan di medsos mengajak serangan terhada imigran selama tiga hari minggu ini.
Seorang anggota penting grup ekstremis ditahan di kota Mataró karena diduga menyebar ujaran kebencian.
Korban serangan Rabu lalu, Domingo Tomás Domínguez (68), mengatakan pada media Spanyol bahwa ia dilempar ke tanah dan dipukul saat berjalan pagi.
Foto yang beredar di medsos menunjukan wajahnya penuh memar. Polisi menyatakan motif serangan masih belum jelas. Domínguez mengaku tidak diminta menyerahkan uang atau barang, dan tak mengerti bahasa yang digunakan penyerang.
Pengamanan diperkuat oleh lebih dari 130 polisi dari kepolisian lokal Murcia dan Guardia Civil.
Tiga tersangka penyerangan adalah warga Maroko berusia awal 20-an, dan tidak tinggal di Torre Pacheco. Salah satunya ditahan saat hendak naik kereta menuju Prancis.
**Reuters**
Pemuka agama di kota ini menyerukan perdamaian.
Kerusuhan terparah terjadi akhir pekan, saat kelompok pemuda—sebagian bertopeng—menyerang kendaraan dan usaha. Bentrokan juga dilaporkan antara kelompok kanan jauh dan orang Afrika Utara.
Pada Minggu malam, puluhan pemuda melemparkan botol dan benda lain ke arah polisi. Dalam rekaman CCTV yang dibagikan media Spanyol, terlihat sekelompok pria bersenjata tongkat merusak kedai kebab.
Wali kota Torre Pacheco meminta komunitas migran “tidak keluar rumah dan tidak melawan perusuh.”
Banyak warga migran bekerja di sektor pertanian, dan beberapa mengeluh tak lagi merasa aman. Wali kota mengatakan mereka telah tinggal di Torre Pacheco lebih dari 20 tahun.
Pengguna grup Telegram ekstrem kanan dilaporkan mengajak orang dari seluruh Spanyol untuk ikut “perburuan” warga Afrika Utara. Grup tersebut telah ditutup.
Menteri Dalam Negeri Fernando Grande-Marlaska menyebut kekerasan ini dipicu retorika anti-imigran dari kelompok seperti Vox—partai terbesar ketiga di Spanyol.
**Reuters**
Sekitar 130 polisi dikerahkan dalam operasi gabungan ini.
Pemimpin Vox Santiago Abascal menyangkal tanggung jawab atas kerusuhan dan menyalahkan kebijakan “imigrasi massal” yang memungkinkan pelaku masuk ke Spanyol.
Tentang mig