Hidrogen Hijau oleh Scharfsinn via Shutterstock
Saham Plug Power (PLUG) melonjak lebih dari 45% dalam sebulan terakhir. Kenaikan ini terjadi setelah perpanjangan tak terduga kredit pajak produksi hidrogen bersih 45V selama dua tahun, yang termasuk dalam revisi terakhir RUU pajak dan pengeluaran besar Presiden Donald Trump. Dia menandatanganinya menjadi hukum pada 4 Juli. Bagi Plug, yang sedang menghadapi pertanyaan soal kelangsungan hidupnya, ini bisa jadi penyelamat.
Tapi, di balik optimisme ini, masih ada kekhawatiran mendasar. Performa keuangan perusahaan tetap tidak stabil, dengan margin kotor negatif, pembakaran uang besar, dan ketidakpastian likuiditas. Jadi, apakah prospek jangka panjang Plug benar-benar berubah?
Artikel ini akan membahas penyebab kenaikan PLUG, dampak perpanjangan kredit pajak, kondisi keuangan perusahaan, dan apakah momentum ini bisa bertahan—atau malah akan turun lagi.
Plug Power (PLUG) adalah pemain penting di industri hidrogen hijau, khususnya dalam teknologi sel bahan bakar hidrogen. Perusahaan ini membangun ekosistem hidrogen hijau lengkap, mulai dari produksi, penyimpanan, pengiriman, hingga pembangkit energi. Produknya termasuk sistem sel bahan bakar GenDrive untuk kendaraan seperti forklift, GenSure untuk jaringan listrik, dan mesin ProGen untuk berbagai aplikasi. Mereka juga menawarkan GenFuel, solusi lengkap untuk produksi, penyimpanan, dan distribusi hidrogen. Nilai pasar PLUG saat ini $1,69 miliar.
Saham PLUG naik 45% dalam sebulan. Lonjakan pertama terjadi awal Juni setelah CFO Paul Middleton membeli saham tambahan. Lonjakan kedua terjadi akhir Juni karena berita perpanjangan kredit pajak hidrogen bersih. Namun, saham PLUG masih turun 34% sepanjang tahun ini.
Pada 30 Juni, saham Plug melonjak 28% setelah revisi RUU pajak memperpanjang kredit pajak produksi hidrogen bersih 45V hingga akhir 2027. Awalnya, RUU DPR akan menghapus kredit ini untuk proyek dimulai setelah 2025. DPR menyetujuinya dengan suara 218-214, dan Trump menandatanganinya Jumat siang.
Para pendukung hidrogen menyambut baik revisi Senat ini. Frank Wolak, CEO Fuel Cell and Hydrogen Energy Association (FCHEA), mengatakan sedikit proyek yang memenuhi syarat batas 2026. Perpanjangan dua tahun bisa memicu gelombang pengembangan proyek baru. Kredit pajak 45V memberikan insentif hingga $3 per kilogram untuk membuat hidrogen bersaing dengan bahan bakar tradisional.
Sebelumnya, saya menyebut hilangnya kredit pajak hidrogen setelah 31 Desember 2025 sebagai alasan pesimis terhadap PLUG. Meski perpanjangan ini mengurangi risiko jangka pendek, waktu dua tahun tidak cukup untuk membangun bisnis sehat karena hidrogen bersih masih teknologi baru. Ditambah skeptisisme pemerintahan Trump terhadap energi terbarukan, alasan untuk optimis semakin terbatas.
Awal Januari, Plug mendapatkan jaminan pinjaman $1,7 miliar dari Department of Energy (DOE) untuk enam proyek produksi hidrogen rendah karbon. Tapi, pemerintahan Trump menunda pinjaman ini. Karena DOE memotong dana untuk energi bersih, pinjaman ini bisa dibatalkan. Padahal, dana DOE itu ditujukan untuk membangun pabrik hidrogen hijau baru, yang berarti Plug tidak bisa maksimal memanfaatkan perpanjangan kredit pajak.
Selain itu, tanpa kredit pajak setelah 2027, pengembangan pabrik hidrogen bersih bisa terhambat—ini buruk bagi Plug yang butuh industri tumbuh untuk untung. Jadi, saya tidak terlalu optimis dengan prospek j