Pemerintah Indonesia Prioritaskan Jakarta untuk Pengurangan Sampah

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Lingkungan Hidup Indonesia fokus mengurangi sampah di Jakarta karena provinsi ini menghasilkan sampah banyak dan siap menerapkan pengelolaan sampah.

Saat inspeksi pengelolaan sampah di sebuah wilayah Jakarta Pusat pada Selasa, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq bilang Jakarta jadi prioritas karena punya teknologi dan anggaran yang memadai.

Beberapa daerah di Jakarta juga menunjukkan kesadaran tinggi soal sampah, terbukti dari banyaknya penghargaan yang mereka dapat.

Setelah pemeriksaan, menteri mencatat pengelolaan sampah di wilayah Jakarta Pusat berjalan baik.

Menurut Nurofiq, Jakarta punya semua komponen penting untuk pengelolaan sampah efektif, seperti dana, SDM, teknologi, dan perencanaan yang tepat.

Dia menyebut peta jalan pengurangan sampah Jakarta Utara sebagai contoh untuk nasional. Dia minta Jakarta Pusat buat peta jalan serupa.

“Memang banyak tugas lain, tapi tolong prioritaskan sampah karena ini penting dan bantu bangun budaya kita,” kata Nurofiq.

Dia juga berharap pabrik RDF Rorotan mulai operasi bulan ini untuk kurangi sampah di Jakarta. Fasilitas ini diharap bisa olah 2.500 ton dari total 8.000 ton sampah harian di ibu kota.

Pemerintah targetkan 100% cakupan pengelolaan sampah pada 2029.

Berdasarkan data SIPSN Kementerian Lingkungan Hidup, Indonesia hasilkan 34,2 juta ton sampah di 2024 dari 317 kabupaten/kota. Hanya 20,4 juta ton yang dikelola dengan baik.

Di Jakarta saja, total sampah di 2024 mencapai 3,17 juta ton.

Berita terkait: Jakarta butuh minimal 5 PLTSa untuk kelola sampah: menteri

Berita terkait: Jakarta Utara: Pemerintah akan denda hotel/kafe yang gagal kelola sampah

Penerjemah: Prisca Triferna, Raka Adji
Editor: Anton Santoso
Hak Cipta © ANTARA 2025

MEMBACA  Saya 81 Tahun dengan Sisa Hutang KPR $118k. Haruskah Saya Mengambil Uang $110k dari IRA untuk Membayarnya?