Ukraina dan Rusia melakukan pertukaran tawanan perang untuk kelima kalinya pada Kamis kemarin.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengumumkan di Telegram bahwa pertukaran ini mencakup anggota tentara Ukraina, garda nasional, dan pasukan perbatasan.
Menurut staf yang menangani urusan tawanan perang, prajurit yang terluka parah dan sakit keras telah dipertukarkan. Mayoritas yang dibebaskan dikabarkan telah ditahan selama lebih dari tiga tahun.
Kementerian Pertahanan Rusia mengonfirmasi pertukaran ini di perbatasan Ukraina-Belarus.
Kedua belah pihak tidak memberikan informasi mengenai jumlah prajurit yang kembali dalam pertukaran ini.
Kiev dan Moskwa sepakat dalam pembicaraan di Turki awal Juni untuk menukar prajurit di bawah usia 25 tahun serta yang terluka atau sakit berat, dalam beberapa tahap.
Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan sekitar 900 tawanan telah dipertukarkan sejauh ini.
Putin. Pembicaraan tahap ketiga, yang rencananya dimulai setelah 22 Juni, juga akan membahas kelanjutan pertukaran tawanan perang di samping pertanyaan mendasar tentang mengakhiri perang, ujar juru bicara Kremlin Dmitry Peskov pada Kamis. Ia tidak menyebut tanggal pasti untuk perundingan tersebut.
Sementara itu, pejabat di Kiev menyatakan jenazah prajurit Rusia juga telah diserahkan.
Menteri Dalam Negeri Ihor Klymenko mengklaim Ukraina juga menerima jenazah orang Rusia saat mengembalikan ribuan mayat prajurit dari Rusia. Namun, dalam postingan di Telegram, ia tidak merinci berapa banyak kasus seperti itu.
“Musuh sengaja mempersulit identifikasi jenazah, menciptakan kekacauan dan mencampur mayat prajurit Rusia dengan Ukraina,” tuduh Klymenko.
Foto-foto menunjukkan KTP militer dan tanda pengenal seorang prajurit Rusia yang tewas yang diserahkan ke Ukraina. Tidak ada konfirmasi independen tentang hal ini.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menjadi yang pertama mengkritik Rusia secara terbuka karena menyerahkan jenazah prajuritnya sendiri ke Ukraina.
Rusia telah menyerahkan lebih dari 6.000 jenazah prajurit ke Ukraina dalam beberapa hari terakhir. Moskwa menerima lebih dari 50 jenazah sebagai gantinya.
Ukraina telah melawan invasi besar-besaran Rusia selama lebih dari tiga tahun dengan bantuan militer Barat.
Prajurit Rusia yang dibebaskan dari tawanan Ukraina berfoto dengan bendera Rusia setelah kembali. Alexander Patrin/TASS via ZUMA Press/dpa