Perubahan Iklim Bisa Gandakan Curah Hujan Musim Panas di Alpen: Studi

Hujan musim panas yang singkat namun intens di wilayah Alpen diperkirakan akan semakin sering dan parah di masa depan akibat pemanasan global, menurut studi yang dirilis Kamis oleh Universitas Lausanne (UNIL).

Para peneliti menyatakan bahwa dalam skenario kenaikan suhu dua derajat Celsius (sekitar 3,6 derajat Fahrenheit), kawasan Alpen dan sekitarnya bisa mengalami hujan deras di musim panas dua kali lebih sering dibanding sekarang.

“Dengan pemanasan seperti itu, badai ekstrem yang saat ini terjadi sekali setiap 50 tahun bisa terjadi setiap 25 tahun di masa depan,” ujar universitas Swiss tersebut, yang melakukan studi ini bekerja sama dengan Universitas Padua di Italia.

“Udara panas menahan lebih banyak uap air (sekitar tujuh persen lebih banyak per derajat), sehingga meningkatkan aktivitas badai,” jelas para peneliti.

“Lingkungan Alpen yang memanas lebih cepat dari rata-rata global membuatnya lebih terdampak,” tambah mereka.

Studi ini menggunakan data curah hujan musim panas dari hampir 300 stasiun meteorologi di seluruh Alpen Eropa, meliputi Swiss, Jerman, Austria, Prancis, dan Italia.

Mereka fokus pada peristiwa hujan ekstrem—berlangsung 10 menit hingga satu jam—yang terjadi antara 1991 dan 2020, serta suhu yang terkait dengan peristiwa tersebut.

“Aliran air dalam volume besar secara tiba-tiba dapat melebihi daya serap tanah,” yang bisa “memicu banjir bandang dan aliran material, merusak infrastruktur,” kata Nadav Peleg, peneliti UNIL sekaligus penulis utama studi.

Para peneliti menyarankan “persiapan sistem manajemen air perkotaan dan infrastruktur lain” yang kurang siap menangani volume hujan yang signifikan.

“Pembaruan standar teknik dan perencanaan kota dengan segera” dapat membantu mengurangi risiko terkait peristiwa ini, tambah mereka, sembari menekankan pentingnya “membatasi pemanasan global hingga 1,5°C atau kurang dari tingkat saat ini.”

MEMBACA  Ribuan Pekerja Korps Iklim Amerika Akan Dikerahkan Bulan Ini

Menurut ilmuwan panel IPCC PBB, ada kemungkinan 50% suhu global naik rata-rata 1,5°C pada 2030-2035.

“Kami sudah melihat tren peningkatan badai musim panas, dan tren ini diprediksi memburuk di tahun mendatang,” ucap Francesco Marra, peneliti Universitas Padova dan rekan penulis studi.

str-ag/vog/blb/djt/js