Kelompok Terkait Al-Qaeda Klaim Bertanggung Jawab

Kelompok terkait al-Qaeda mengklaim telah melancarkan serangan besar di kota Boulikessi, Mali, dan menguasai pangkalan militer.

Lebih dari 30 tentara tewas dalam serangan Minggu itu, menurut sumber yang dikutip Reuters, meski angka tersebut belum dikonfirmasi otoritas.

Pada Senin, kelompok yang sama, Jama’a Nusrat ul-Islam wa al-Muslimin (JNIM), menyatakan menarget militer di kota bersejarah Timbuktu, dengan warga melaporkan suara tembakan dan ledakan.

Dalam pernyataan menanggapi serangan Minggu, militer Mali menyebut mereka "bereaksi dengan tegas" sebelum "mundur"—menunjukkan retret taktis.

"Banyak prajurit bertaruh, beberapa hingga napas terakhir, demi membela bangsa Mali," tambah pernyataan itu.

Sumber lokal anonim mengatakan ke Reuters bahwa JNIM meninggalkan banyak korban dan "membersihkan kamp."

Dalam serangan Senin, JNIM mengaku menyerang bandara militer dan tentara bayaran Rusia.

Timbuktu, Situs Warisan Dunia PBB, pernah direbut militan Islam pada 2012 sebelum dipukul mundur, tapi kembali dikepung beberapa tahun terakhir.

Serangan ini, tanda terbaru keruntuhan keamanan di Mali dan Sahel, terjadi setelah AS memperingatkan upaya kelompok militan Islam di Sahel untuk mencapai pesisir Afrika Barat.

Dalam konferensi pers Jumat, komandan AS untuk Afrika (Africom), Jenderal Michael Langley, menyebut serangan di Nigeria, Sahel, dan Cekungan Danau Chad sangat mengkhawatirkan, dan akses ke pantai akan meningkatkan penyelundupan serta perdagangan senjata.

Reuters melaporkan lebih dari 400 tentara tewas oleh militan sejak awal bulan lalu di Mali, Burkina Faso, dan Niger.

Laporan tambahan oleh Simon Ponsford.

MEMBACA  Mahkamah Agung Pakistan mencabut sebagian putusan tentang hak Ahmadis setelah Islamis berjanji melakukan protes