Putusan MK tentang pendidikan gratis dukung visi pemerintah RI: Pejabat

Jakarta (ANTARA) – Putusan terbaru oleh Mahkamah Konstitusi (MK) yang mewajibkan pemerintah menyediakan pendidikan gratis di sekolah dasar dan menengah swasta maupun negeri, sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto, ungkap seorang pejabat.

Kepala Badan Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko menekankan bahwa putusan tersebut—hasil dari uji materi—sangat relevan dengan komitmen pemerintah dalam mengatasi kemiskinan melalui pembangunan sumber daya manusia, seperti tercantum dalam delapan misi utamanya yang dikenal sebagai Asta Cita.

"Selain patut dihargai, putusan ini juga relevan secara politik dengan Asta Cita, khususnya dalam hal komitmen pemerintah meningkatkan kualitas SDM," ujarnya di Jakarta pada Rabu.

Sudjatmiko menegaskan bahwa putusan MK, yang juga berlaku untuk madrasah, harus segera diimplementasikan guna mengatasi akses pendidikan terbatas, terutama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

"Ini kabar baik, mengingat masih banyak keluarga miskin yang tidak mampu membayar sekolah swasta untuk anaknya," katanya.

Pernyataan itu mencerminkan praktek umum di Indonesia, di mana sekolah swasta cenderung mahal, sementara sekolah negeri—meski lebih murah atau gratis—seringkali memiliki proses seleksi lebih ketat.

Berita terkait: Pendidikan gratis: DPR siap awal implementasi putusan MK

Dia optimistis Kemenkeu dan Kemdikbud akan menemukan cara mendanai sekolah swasta setelah putusan berlaku.

"Intinya, MK sepenuhnya mendukung putusan ini," tutupnya.

Sebelumnya, Selasa (27 Mei), Ketua MK Suhartoyo mengumumkan putusan tersebut sebagai hasil uji materi UU No. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang diajukan koalisi pemerhati pendidikan dan tiga ibu rumah tangga.

Hakim Enny Nurbaningsih menjelaskan bahwa Pasal 34 ayat (2) ambigu, sehingga pemerintah hanya mewajibkan pendidikan dasar gratis di sekolah negeri.

MK menyimpulkan interpretasi itu bertentangan dengan UUD 1945.

MEMBACA  Siaran langsung Madrid Open 2025: Nonton tenis langsung secara gratis

Berita terkait: Pemerintah ajukan anggaran pendidikan US$46 miliar untuk 2026

Penerjemah: M. Riezko, Tegar Nurfitra
Editor: Rahmad Nasution
Hak Cipta © ANTARA 2025