Berita
Warga Afrika membayar €60 juta ($68 juta) untuk aplikasi visa jangka pendek Eropa yang akhirnya ditolak pada tahun 2024.
Jumlah tersebut mencakup 40% dari total biaya yang diterima Uni Eropa dari aplikasi visa yang gagal.
Komoro, Senegal, Guinea Bissau, Nigeria, dan Ghana mencatat tingkat penolakan visa UE tertinggi pada 2024, masing-masing di atas 45%. Namun, negara-negara Afrika yang mengalami lonjakan biaya visa ditolak tertinggi secara tahunan adalah Eritrea, Botswana, dan RD Kongo, menurut LAGO Collective, organisasi riset dan kreatif berbasis di London.
Analisis lembaga tersebut menyimpulkan bahwa visa ditolak jauh lebih mahal bagi negara berpendapatan rendah hingga menengah.
“Biaya visa ditolak sungguh mengejutkan,” kata Marta Foresti, pendiri LAGO Collective. “Kita dapat menganggap biaya ini sebagai ‘remitansi terbalik’—uang mengalir dari negara miskin ke kaya—yang jarang kita dengar,” ujarnya.
Sebuah grafik menunjukan biaya visa ditolak bagi negara-negara Afrika.