Jakarta (ANTARA) – Kepala Pusat Riset Pendidikan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Trina Fizzanty, menegaskan selama peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025 bahwa sistem pendidikan Indonesia terus berkembang dan memperbaharui diri.
Mengutip ANTARA pada Jumat, Fizzanty menyatakan bahwa momen Hardiknas 2025 menawarkan kesempatan untuk merenungkan kemajuan yang telah dicapai oleh pendidikan negara ini dan arah yang sedang dijalani.
“Pendidikan bukan sekadar program, kurikulum, atau fasilitas. Ini adalah detak jantung masa depan bangsa,” katanya.
Ia memuji beberapa program positif dalam pendidikan Indonesia, termasuk perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan guru, program Makanan Bergizi Gratis (MBG), revitalisasi sekolah, dan akses pendidikan yang diperluas untuk kelompok rentan.
Ia mengamati bahwa pemerintah dan para pemangku kepentingan telah melakukan upaya besar melalui program-program seperti MBG, pendirian Sekolah Unggul, dan peningkatan sekolah-sekolah lokal.
“Ini merupakan bentuk perhatian terhadap akses pendidikan yang merata, yang selama ini menjadi tantangan besar,” katanya.
Menurut Fizzanty, langkah-langkah pemerintah untuk meningkatkan tunjangan bagi guru dan dosen mencerminkan pengakuan yang semakin meningkat bahwa kualitas pendidikan bergantung pada kesejahteraan dan kompetensi pendidik.
“Pendidikan tidak lagi berdiri sendiri, tetapi sekarang, terkait dengan pembangunan karakter, kesehatan mental anak-anak, dan masa depan ekosistem bangsa secara keseluruhan,” katanya.
Selain itu, ia menyoroti beberapa area yang perlu diperbaiki dalam pendidikan nasional, seperti disparitas dalam kualitas pendidikan di berbagai daerah, kurangnya pengembangan karakter di tengah tekanan akademik, dan rendahnya literasi digital di beberapa daerah.
Translator: Sean, Kenzu
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2025