‘Bencana’ Sampah Antariksa

European Space Agency atau Badan Antariksa Eropa (ESA) memperkirakan bahwa setiap tahun setidaknya satu satelit hancur setelah bertabrakan dengan sampah antariksa. Lebih dari 130 juta puing kini terperangkap di orbit sekitar Bumi. Jumlah sampah antariksa ini diperkirakan akan terus meningkat, terutama dengan adanya peningkatan frekuensi peluncuran wahana ruang angkasa komersial yang kebanyakan memasuki orbit dekat Bumi. ESA memperingatkan bahwa kasus tabrakan dengan satelit dapat mengganggu layanan vital seperti GPS dan pemantauan bencana lingkungan.

Satelit yang berada di orbit Bumi saat ini melakukan manuver secara teratur untuk menghindari tabrakan dengan sampah antariksa, demi mencegah kerusakan atau penghancuran infrastruktur ruang angkasa yang penting. Manuver penghindaran ini juga berdampak pada astronot di International Space Station (Stasiun Luar Angkasa Internasional) – ISS. ESA menyerukan tindakan cepat untuk membersihkan sampah buatan manusia, seperti pecahan pesawat antariksa atau satelit yang sudah tidak berfungsi.

Zero Debris Charter atau Piagam Nol Sampah telah ditetapkan oleh ESA dan telah ditandatangani oleh 17 negara Eropa pada tahun 2023. Meksiko dan Selandia Baru juga bergabung dalam upaya membersihkan sampah antariksa. Masalah sampah antariksa semakin parah karena orbit dekat Bumi menjadi semakin padat akibat peningkatan jumlah satelit yang diluncurkan dan teknologi yang sudah tidak berfungsi tidak disingkirkan dari lintasannya. Bahkan serpihan sampah antariksa terkecil sekalipun dapat menyebabkan kerusakan besar pada pesawat ruang angkasa dan satelit.

Satu dekade yang lalu, satelit iklim Copernicus Sentinel-1A tertabrak oleh proyektil sampah antariksa berdiameter dua milimeter dan menyebabkan penyok selebar lima sentimeter. Meskipun kejadian ini tidak memengaruhi operasi satelit, namun menunjukkan risiko tabrakan dengan sampah antariksa. Objek yang lebih besar, jika terjadi tabrakan, dapat menghancurkan seluruh satelit.

MEMBACA  Oh Tidak, Startup Ini Menggunakan Agen AI untuk Membanjiri Reddit dengan Sampah Pemasaran

Upaya untuk mengatasi masalah sampah antariksa sedang dikembangkan oleh badan antariksa dengan berbagai teknologi untuk memungut sampah antariksa dan mengembalikannya ke Bumi. ESA berencana untuk meluncurkan misi ClearSpace-1 pada tahun 2028, yang akan menggunakan lengan robotik untuk memindahkan satelit PROBA-1 dari orbit rendah Bumi. Selain itu, konsep lainnya adalah dengan menggunakan struktur seperti jaring untuk ‘menjaring’ satelit dan membawanya keluar dari orbit. Namun demikian, peralatan untuk ini tergolong mahal dan belum terbukti keandalannya.

Selain itu, daripada mengirimkan mesin derek ruang angkasa, mungkin lebih baik mengembangkan layanan bantuan reparasi jalanan untuk melakukan perbaikan pada satelit sehingga masa pakainya dapat diperpanjang. Dalam jangka panjang, ESA tidak hanya memikirkan soal pembersihan sampah antariksa, tetapi juga ‘ekonomi sirkular’ ruang angkasa.