Headline

Lewat Sinergi Promosi, Relaxa Rengkuh Zona Nyaman

Lewat Sinergi Promosi, Relaxa Rengkuh Zona Nyaman
Ketarangan Gambar :  (Berbagai Produk Andalan Relaxa)

Sebagai brand yang sudah malang melintang di Industri F&B selama 20 tahun lebih, Relaxa tentunya sudah menjadi top of mind bagi para pecinta permen Nusantara. Brand yang bernaung dibawah PT Agel Langgeng ini terus bebenah demi memberikan yang terbaik kepada konsumen. Salah satu cara yang dilakukan yakni dengan mengaktifkan platform digital seperti sosial media sebagai sarana untuk merengkuh awareness konsumen.

“Target market kami yang kebanyakan remaja juga membawa kami untuk melakukan aktivasi digital. Karena banyak remaja yang memainkan sosmed. Kita melihat ada opportunity disana. Jadi, turut serta untuk bermain disana adalah opsi yang bagus,” ungkap Brand Manager Relaxa, Lydia Angelina.

Adapun aktivasi yang dilakukan Relaxa antara lain memberikan berbagai trivia tentang keseharian, tips, kuis, berbagai tebakan khas remaja dan lain sebagainya. Meskipun demikian, mereka juga kerap melakukan soft selling terhadap berbagai konten yang disajikan. Bicara tentang intensitas penyajian, Lydia menuturkan Relaxa terus melakukannya secara sistematis.

“Saat ini, kita melakukan (aktivasi konten) di dua sosial media terpopuler seperti Facebook dan Instagram. Durasinya sendiri dibedakan. Facebook bisa empat konten per hari. Sementara instagram satu kali per hari. Menurut kami, angka tersebut cukup native dan tidak terlalu berlebihan,” ujarnya.

Diluar Facebook dan Instagram, brand yang berdiri sejak 1993 silam ini juga rajin beriklan di Youtube Adsense. Platform satu ini memang “memaksa” para user untuk melihat secara langsung konten yang disajikan. Lydia mengakui, Youtube Ads memiliki dampak yang cukup lumayan. Ia mengaku, semenjak brandnya menggunakan medium tersebut, traffic-nya terus tumbuh. Awareness pun turut mengikuti seiring berjalannya waktu.

Meskipun gencar memainkan platform digital sebagai sarana merengkuh trust dari konsumen, wanita yang telah 3 tahun menjabat sebagai brand manager ini juga mengimbangi aktivasi non digital. Seperti promosi di medium konvensional seperti televisi, radio, billboard konser musik dan lain sebagainya. Disamping itu, mereka juga kerap melakukan inovasi produk.

“Produk kita kan termasuk impals produk. Artinya, orang akan membeli saat melihatnya. Untuk itu, kita terus melakukan inovasi dari berbagai sisi seperti pengemasan produk yang eye catching, pemilihan bahan baku terbaik serta menjaga kualitas agar konsumen bisa terus mengonsumsi produk kita,” tambah Lydia.

Bahkan untuk beragam inovasi tersebut, Relaxa kerap melakukan preview untuk terus mendapatkan yang terbaik. Wanita lulusan Universitas Kristen Maranatha Bandung ini mengakui jika pihaknya kerap melakukan berbagai evaluasi terkait produk, program kerja maupun berbagai aktivitas lainnya.

Brand yang meraih Top Brand danTop Brand Kids 2016 ini juga mengklaim angka sales di tahun lalu cukup stabil meskipun perekonomian tengah lesu. Terkait income sendiri, Lydia enggan memberitahukan. “intinya, angka sales kita tetap stabil. Kita juga berharap di tahun ini, angka penjualan bisa tumbul lebih baik. Untuk merengkuh itu, kita akan membenahi dan mengisi program yang belum sempat tercapai tahun lalu,” pungkasnya.

Tags

 
 
 



X
Baca Juga