Headline

Lewat Digital Media, Wavin Terus Kukuhkan Eksistensi

Oleh :   Jumat, 21 April 2017   Viewer bisnisupdate.com  280 Hits
Lewat Digital Media, Wavin Terus Kukuhkan Eksistensi
Ketarangan Gambar :  (Salah satu produk unggulan Wavin)

Eksistensi Wavin di industri Material Building nasional tak perlu diragukan lagi. Brand yang sudah berdiri sejak tahun 1955 silam ini terus bebenah demi kukuhkan diri sebagai market leader di Industri sejenis. Salah satunya dengan mengaktifkan digital marketing sebagai sarana membangun awareness dari para netizen di dunia digital.

Diakui oleh M. Hendy Suharyanto, Digital Media Superintendent PT Wavin Duta Jaya menuturkan pihaknya sudah menggarap dunia digital dengan mendirikan website sejak lama. Saat itu, website yang dibuat hanya menginformasikan kegiatan dan produk korporasi.

Namun sejak tahun 2015 Hendy mengaku pihaknya telah melakukan perubahan drastis. Hal itu dilakukan agar brand mereka semakin dikenal oleh para netizen yang memang sudah aktif untuk mencari pelbagai informasi melalui dunia digital.

"Untuk itu, kita coba aktualisasi dengan mengaktifkan berbagai platform sosial media seperti Youtube, Facebook, Twitter, Instagram serta memperbaharui tampilan website agar lebih interactive dan user friendly,” ungkapnya.

Terkait website, Hendy beserta tim terkait membuat berbagai perubahan seperti menampilkan konten berbobot yang mampu memanjakan keinginan konsumen seperti memberikan simulasi penggunaan pipa, edukasi terhadap produk, serta memberikan solusi untuk menjawab berbagai kebutuhan industri.

Tak hanya itu, dalam wavin.co.id- website resmi PT Wavin Duta Jaya, juga memuat sistem pencarian karir. Disana, papar Hendy, siapapun yang ingin bergabung bersama Wavin bisa langsung mendaftarkan diri melalui digital form yang telah disediakan. Pun demikian dengan apa yang disajikan pada fitur Contact Us. Konsumen yang membutuhkan bantuan bisa langsung menyampaikan apa yang dibutuhkan. “Di fitur tersebut, konsumen bisa langsung menghubungi kami, karena ada tim yang siap melayani dan menjawab pertanyaan seputar produk kami,” ungkapnya.

Pelbagai pembaharuan di website juga mambawa Wavin memperoleh traffic yang cukup signifikan. Dalam sebulan, Hendy mengaku pihaknya kerap dikunjungi belasan hingga puluhan ribu visitor. Angka itu pun semakin istimewa karena para visitor yang mengunjugi website mereka rata- rata berasal dari segmen Businnes to Businnes (B2B).

Tak hanya website, brand yang bermarkas di bilangan Gambir, Jakarta Pusat ini juga menaruh perhatian lebih untuk setiap sosial media yang mereka miliki dengan menyajikan berbagai konten yang variatif seperti indormasi terkait produk yang dihasilkan, berbagai tips hingga daily life yang dikemas dalam konten bertajuk “Do it Yourself.” Ketiganya dijalankan bergantian setiap harinya. Untuk intensitasnya sendiri. Wavin menargetkan dua hingga tiga postingan per harinya.

Beda platform tentu beda juga cara mengeksekusi konten. Menurut Hendy, melalui medium Facebook, brand yang memiliki tagline “dimana air mengalir sangat jauh” ini bisa lebih leluasa menyampaikan konten . pasalnya, media sosial yang digagas oleh Mark Zuckerberg ini memungkinkan Wavin untuk menyampaikan pesan kepada konsumen secara lebih luas dibanding media sosial lainnya. Sementara twitter, Wavin hanya menjadikannya sebagai lahan untuk backlink konten di media sosial lain.

Bicara Youtube, Wavin menggunakan medium ini sebagai sarana utnuk memberikan turtorial informasi terkait produk. Mulai dari cara pemasangan pipa, solusi untuk mengatasi kebocoran terhadap pipa dan lain sebagainya. Akun Youtube mereka juga langsung terhubung dengan website. Hal itu dilakukan agar konsumen bisa senantiasa mengunjungi website apabila mereka memperlukan informasi tambahan.

Untuk Instagram sendiri, mereka kerap menjadikan medium ini sebagai medium perkenalan identitas, pencitraan dan media promosi produk.

Hendy memaparkan, social media digunakan Wavin untuk engagement, bukan menimbun followers. “Ada beberapa brand yang aktif mengumpulkan fans dan followers di sosial media. Namun saat mereka melakukan suatu aktivitas yang melibatkan fans atau followers mereka, engagement yang dicapai sangat kecil sekali. Kita ingin coba merubah paradigma tersebut dengan meningkatkan engagement guna menaikan brand equity melalui pola-pola yang telah kami ciptakan,” tambahnya.

Bahkan untuk memberikan efek lebih dalam terhadap apa yang dilakukan di dunia digital, Wavin kerap menyinergikan aktivasi di dunia digital dengan aktivitas di ranah konvensioal. “Misal saat kita mengadakan event terkait Plumbing, maka social media kita jadikan sarana untuk blasting informasi baik pra event, ketika event maupun pasca event, agar impactnya lebih terasa,” aku Hendy.

Di tahun 2017 ini, Wavin ingin coba sustain di dunia digital dengan terus hadir di halaman pertama pada mesin pencari google. Untuk mengakomodir hal tersebut, mereka akan terus melakukan digital activation dan meningkatkan engagement secara lebih baik dari sebelumnya dengan terus membenahi kualitas konten, memperkuat sistem SEO hingga rutin menganalisis setiap kegiatan yang mereka hasilkan agar bisa menjadi top of mind di Industri Material Building dan mempersembahkan yang terbaik baik masyarakat Indonesia.

Tags

 
 
 



X
Baca Juga