Headline

Kaca Film Mobil ini Terus Tancapkan Eksistensi lewat Inovasi dan After Sales Service

Kaca Film Mobil ini Terus Tancapkan Eksistensi lewat Inovasi dan After Sales Service
Ketarangan Gambar :  (Crystalline, Kaca Film Mobil terbaru 3M)

Kaca Film Mobil 3M tak pernah lelah untuk terus berinovasi. Perusahaan yang concern untuk Industri conglomerate, yang meliputi otomotif, konstruksi, telekomunikasi lalu lintas dan lainnya ini terus berlari dengan produk-produk terbarunya. Yang teranyar, 3M telah mengeluarkan produk untuk industri otomotif, yakni kaca film dengan teknologi non metal film dalam diri Crystalline.

Menurut Razi Raziansyah, National Sales Manager 3M, Crystalline memiliki keunggulan sendiri yakni mampu menolak panas tanpa harus mengorbankan visibilitas dan penampilan dari kaca mobil itu sendiri.

“Crystalline sama sekali tidak mengandung unsur logam dan cukup ramah terhadap lingkungan. Selain itu, teknologi non metal yang kami kembangkan sangat bersahabat dengan mobil dengan model high end yang lelat dengan teknologi wireless. Bisa dipastikan, kendala hilangnya sinyal akibat pantulan dari kaca film tak akan terjadi pada Crystalline,” tambahnya.

Razi juga mengklaim bahwa produknya merupakan kaca film mobil dengan tingkat rejection inflared hingga 90 persen. Disamping itu, Crystalline juga dilengkapi dengan teknologi nanotech, yang mana teknologi tersebut belum dimiliki oleh produsen kaca film mobil non metal manapun. “Nanotech sebenarnya sudah banyak digunakan untuk kaca film metal. Namun jika kita bicara tentang kaca film non metal, produk kita bisa dibilang step a head dibandingkan dengan produsen lain,” ujarnya.

Tak hanya fokus terhadap inovasi, 3M juga menawarkan After Sales Service yang cukup memanjakan konsumen. After Sales Service yang mereka lakukan antara lain dengan memberikan garansi lima tahun kepada konsumen untuk setiap produk yang mereka pasarkan. Razi menuturkan, phaknya sangat terbuka terhadap konsumen. Ia bersama departemen terkait sangat aware dengan beragam complain maupun compliment terhadap produk yang dipasarkannya.

Untuk sisi distribusi, produk 3M sudah hadir di seluruh penjuru Nusantara. Hal ini didukung oleh jaringan distributor mereka yang tersebar hampir merata di berbagai titik strategis untuk mengakomodir produk 3M sendiri. Menajemen pusat juga perlu repot-repot memaintain distributor. Pasalnya, mereka akan mendapatkan review sales serta report produk setiap bulannya dari para distributor mereka.

3M juga kerap melakukan engagement melalui dua jalur, yakni melalui jalur konvensional maupun digital. Terkait jalur konvensional, perusahan yang berbasis di Minnesota, Amerika serikat ini kerap menawarkan berbagai kegiatan menarik, seperti memberikan harga spesial kepada konsumen saat mengikuti ajang pameran. Bahkan menurut Razi, booth mereka selalu ramai diserbu pengunjung berkat penawaran harga miring tersebut.

Selain memberikan penawaran khusus saat pameran, 3M juga kerap memberikan berbagai gimmick, seperti mengajak konsumen berfoto dengan maskot mereka. Hasil foto tersebut nantinya akan diupload milik social media 3M. Dan, siapapun yang mendapat like terbanyak akan mendapatkan hadiah menarik dari 3M.

Sementara untuk engagement melalui dunia digital, apa yang dilakukan 3M tak jauh berbeda dengan yang diterapkan brand lainnya. Mereka kerap menyapa followernya melalui beragam platform sosial media serta website mereka. Kegiatan tersebut dilakukan setiap harinya dan ada tim in house yang memaintain setiap kegiatan digital tersebut. “Kita juga kerap memberikan tips dan trick kepada followers seperti safety riding, memeriksa keadaan mobil sebelum berkendara dan lain sebagainya,” ungkap Razi.

Di tahun 2017 ini, produsen Kaca Film Mobil ini juga siap memaksimalkan penjualan, salah satunya melalui jalur digital. Razi optimis perekonomian di Indonesia akan membaik di tahun ini. “Selain penjualan, kami juga akan terus memberikan yang terbaik untuk konsumen. Baik deri segi service, produk maupun kegiatan-kegiatan lainnya,” pungkas Razi.




X
Baca Juga