Headline

Cara Luwak White Koffie Eksis di Dunia Maya

Oleh :   Kamis, 12 Mei 2016   Viewer bisnisupdate.com  798 Hits
Cara Luwak White Koffie Eksis di Dunia Maya
Ketarangan Gambar :  ( Lee Min Ho/Detik.com)

Membangun popularitas merek di dunia maya bukan persoalan sederhana. Butuh strategi dan pemilihan channel pemasaran yang tepat. Selain itu, kedekatan dengan konsumen juga harus terus dibangun. Dan tak kalah penting adalah menggunakan public figure sebagai sebagai endorser.

“Hal ini memberikan kontribusi positif terhadap sales revenue kami, dan aktif beriklan di media sosial seperti Instagram dan Facebook serta situs-situs berita populer lainnya,” kata Ronny Chandra, Direktur Marketing Luwak White Koffie.

Untuk membangun kedekatan dengan costumer, Luwak White Koffie meluncurkan program-progrma inovatif dengan mengajak konsumen berpartisipasi di medsos seperti program selfie di booth kopi luwak dan event outdoor dengan memberikan hadiah hiburan untuk konsumen yang beruntung seperti trip ke Korea. “Kami lakukan itu agar konsumen semakin dekat dan merasa sebagai kekuarga, sehingga mereka bisa menjadi brand ambassador kami,” demikian Ronny berharap.

Tentu, ia melanjutkan, pihaknya pun sangat selektif dalam memilih media sosial dan endorse yang akan digunakan. “Kami ada tim khusus yang memaintain sosial media dan perkembangan dunia online, sehingga bisa update informasi dan punya referensi untuk menentukan startegi membangun popularitas merek di media online, sebab ini cukup krusial bagi kami,” kata  Ronny.

Lazimnya di media sosial, terkadang komentar negatif atau komentar kurang puas yang datang dari konsumen kerap terjadi. Sebenarnya, Ronny berterus terang jika ia tidak memiliki strategi khusus untuk mengcounter. “Kami hanya menjelaskan terkait dengan apa yang dikomplain.  Jika komentar negatif itu berisi masukan atau kritik yang konstruktif, justru kami senang menerimanya karena jadi bagian dari masukan atau input positif untuk perbaikan ke depan,” ujar Pria yang menjabat sebagai Direktur Marketing ini.

 

Apalagi sifat dari media sosial sangat terbuka dan interaktif, Ronny mengakui awalnya ia merasa cukup berat. “Untungnya kami membangun brand dari iklan di televisi, dan hal itu sangat berimbas pada citra positif ini di medsos, Kami menggunakan artis internasional untuk meningkatkan citra yang baik di mata konsumen lokal maupun internasional,” ujarnya.

Menurutnya, merek yang dipersepsi positif di media sosial itu adalah selama merek tersebut bisa mengomunikasikan produk ke konsumen dan meningkatkan brand awareness di mata mereka, itu sudah bagus. “Jujur kami akui, sejauh ini memang kami selalu belajar dan update pengetahuan, sebab kita masih belum bisa menemukan standart tools yang mencerminkan kebutuhan konsumen dari sosmed,” imbuh Ronny.

Apalagi karakteristik konsumen itu beragam. Jika sebuah brand terlalu sering hard sell bisa jadi tidak akan disukai oleh konsumen. Namun, ada pula konsumen yang punya karakter sebaliknya.

Menyangkut kenyamanan konsumen, Ronny punya cara tersendiri untuk mensiasati hal ini. “Menurut Kami semua iklan yang sudah pernah dilihat oleh konsumen akan di skip, namun hal itu menandakan bahwa promosi kita sudah sampai ke konsumen, karena dia sudah tahu tanpa harus melihatnya kembali,” tegas  Alumni Industrial Engginering yang sudah jatuh cinta dengan dunia marketing ini.

Dalam hal membangun popularitas merek di internet, Ronny menyarankan untuk terus melakukan inovasi dan iklan-iklan produk terbaru, serta aneka promo yang bisa membangun kedekatan dengan konsumen. Tanpa itu, menurut Pria kelahiran Semarang Jawa Tengah, sulit membuat merek yang benar-benar populer di dunia maya. Tak salah jika Luwak White Koffie menekankan kreatifitas lebih untuk selalu mengeluarkan iklan kreatif yang menjual dan menggunakan bintang iklan yang baru, serta promo untuk konsumen. “Mungkin karena itu pula, kami bisa jadi merek populer di dunia maya,” katanya.

 

 Yunus




X
Baca Juga