Headline

Begini Cara Evoware untuk Terus Eksis di Industri Foodtech

Begini Cara Evoware untuk Terus Eksis di Industri Foodtech
Ketarangan Gambar :  (Produk-produk Evoware)

Sudah bukan rahasia umum jika sampah plastik merupakan bahan yang sulit diurai. Diperlukan waktu puluhan tahun agar plastik bisa terurai sempurna oleh mikroorganisme dalam tanah. Karena sulit terurai, biasanya sampah plastik cenderung dibuang ke laut atau dibakar. Bahkan, bedasarkan data Jambeck (2015), Indonesia berada di peringkat kedua dunia penghasil sampah plastik ke laut. Total limbah plastik tahunan yang mengalir ke laut mencapai 187,2 juta ton.

Besarnya sampah yang dihasilkan dari plastik membuat berbagai pihak cukup prihatin dan coba menginovasikan produk lain sebagai pengganti plastik, Evoware adalah salah satunya. Bisnis besutan David Christian ini memang bisa menginisiasikan gelas yang bisa dimakan. Evoware merupakan inovasi termutakhir dan merupakan produk gelas konsumsi pertama di Indonesia.

Gelas ini terbuat dari rumput laut dan jelly beraneka rasa yang diformulasi dengan bahan khusus untuk mengokohkan bentuk. David mengklaim, produknya tak akan bocor meskipun dituang air mendidih sekalipun. Namun, perubahan rasa akan terjadi karena air panas tersebut tercampur dengan perasa yang terkandung dalam jelly tadi.

Selain anti bocor, Evoware juga merupakan produk yang cocok bagi siapapun yang tengah menjalankan program diet. Pasalnya, kandungan serat pada jelly dan rumput laut dalam Evoware cocok untuk siapapun yang ingin menurutkan berat badan. Jikapun tak habis memakan Evoware, konsumen bisa meletakan gelas ini ke tanaman terdekat. David mengungkapkan, produknya ini bisa menyuburkan tanaman layaknya pupuk.

Awal menggeluti binsis pada april 2016 silam, David kerap mengedukasi para pelanggan tentang produknya yang fungsional tersebut melalui medium website. Disana, Evoware dideskripsikan secara terperinci mulai dari bahan yang digunakan, proses pembuatan dan lain sebagainya. Ia memang mengkhususkan menjual Evoware lewat jalur digital saja. Pasalnya, media digital memang banyak diakses sebagian besar masyarakat lintas sosial. Golongan tua muda, pelajar hingga ibu rumah tangga memang sudah melek internet. Oleh karena itu, ia menilai produknya menembus lintas batas konsumen.

Tak hanya website, Evoware juga merambah Instagram. Platform satu ini cukup digemari karena fiturnya yang mudah untuk diaplikasikan siapa saja. Selain itu, traffic sosial media berlogo kamera ini semakin hari juga semakin tinggi. Jadi tak salah jika produk yang telah dikembangkan hampir setahun lalu ini ikut berpartisipasi dalam riuh rendahnya Instagram.

Semenjak diluncurkan, produk Evoware seakan menjadi promadona dan mampu merebut pasar foodtech, khususnya di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Di bulan perdana, 400 Evoware berhasil terjual dalam sebuah bazaar. Bahkan setiap bulannya, David mengaku produknya bisa terjual di atas angka 100 pieces.

“Evoware biasanya dipesan untuk beberapa kegiatan seperti gala dinner, pesta dan lain sebagainya. Bahkan beberpa café di Jakarta juga kerap memesan Evoware,” akunya

Dalam setahun pertama, David mengaku tak mencanangkan target khusus untuk Evoware, ia hanya ingin masyarakat bisa mengenal produknya terlebih dahulu. Namun, di tahun 2017 ini, ia ingin coba mengkreasikan produk lain yang bisa dikonsumsi juga. “Untuk produknya masih kami rahasiakan. Tunggu saja tanggal mainnya,” pungkas David

Tags

 
 
 



X
Baca Juga