Headline

Asus Kokohkan Diri lewat Metode Riset dan Digital Campaign

Asus Kokohkan Diri lewat Metode Riset dan Digital Campaign
Ketarangan Gambar :  (Beberapa produk unggulan Asus)

Asus dikenal sebagai salah satu merek yang konsen dengan produk teknologinya. Bahkan, salah satu produk mereka, notebook, berhasil merengkuh posisi pertama untuk kawasan Asia Tenggara. Marketshare merekapun naik kerap naik setiap tahunnya. Jika di tahun 2015 Asus berhasil merengkuh 31,5 persen, maka di tahun 2016 kemarin, produsen perangkat teknologi yang bermarkas di Taiwan ini berhasil merengkuh 40 persen marketshare untuk penjualan notebook.

Lantas, apa yang membuat Asus terus sustain merengkuh pasar? Muhammad Firman, Head of Public Relation and E-marketing Asus Indonesia membeberkan resepnya. Menurut Firman, apa yang didapatkan Asus merupakan buah dari kejelian melihat keinginan pasar. “Setiap tahunnya kita selalu meriset keinginan pasar. Mereka ingin yang produk yang seperti apa, kita mencatat keinginan mereka, merangkumnya, untuk kemudian kita terjemahkan ke dalam produk beru,” ujar Firman.

Untuk meriset keinginan pasar, Firman menambahkan pihaknya kerap melakukan kerjasama dengan lembaga survey di setiap Negara. Ada perwakilan riset yang bertugas untuk mencatat segala keinginan konsumen. Biasanya, proses riset sendiri memakan waktu sekitar enam bulan sebelum diluncurkan. Maka, tak heran dengan metode seperti itu, Asus mampu merengkuh marketshare yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan kompetitor di bidang sejenis.

Namun bukan berarti Asus terus mengakomodir kebutuhan konsumen tanpa henti. Mereka juga pernah beberapa kali mengeluarkan produk tanpa melakukan riset kepada konsumen terlebih dahulu. “Kita pernah meluncurkan produk dengan melakukan proses internal saja. Artinya tak ada konsumen yang dilibatkan disini. Adapun produk yang dihasilkan kebanyakan berupa produk berbau internet things dan robotic. Untuk kedua produk ini, kami rasa belum ada kompetitor yang meluncurkannya,” tambah Firman.

Tak heran, berkat kejelian melihat pasar, Asus kerap meraih penghargaan, baik berskala nasional maupun internasional. Di tahun 2016 saja, mereka berhasil merengkuh berbagai penghargaan yang cukup prestis untuk taraf nasional, brand yang berdiri sejak tahun 1989 ini merengkuh Top Brand, Wow Brand dan Top IT Brand, dan Law Brand Award. Untuk taraf internasional sendiri, Asus berhasiil merengkuh IF Design Award dan CES Award yang diselenggarakan di Las Vegas beberapa waktu lalu.

Melihat banyaknya penghargaan yang direngkuh sepanjang tahun kemarin sudah pasti akan menimbulkan tanya di benak kita. Apa yang sebenarnya dilakukan Asus untuk merengkuh itu semua. Namun nyatanya, Firman mengaku pihak Asus tak menyiapkan strategi khusus untuk memenangi semua penghargaan tersebut.

“Kita hanya menjalankan campaign sesuai dengan SOP perusahaan. Mungkin saja lembaga penyelenggara awarding tersebut menilai apa yang kita lakukan berhasil. Bagi Asus, mendapatkan award merupakan hal yang cukup penting untuk meningkatkan branding serta lebih step a head jika dibandingkan kompetitor,” ujar Firman.

Adapun campaign yang dilakukan Asus lebih menitikberatkan kepada kegiatan Digital Campaign. Menurut Firman, hal tersebut dilakukan bukan tanpa sebab. Ia melihat, 70 persen end user lebih banyak menggunakan perangkat elektronik untuk mengakses pelbagai informasi lewat smartphonenya. Menurutnya, akan sangat efektif apabila brandnya bisa memanfaatkan celah tersebut untuk memaksimalkan kegiatan promosi.

“Digital Media memiliki potensi yang cukup besar apabila dimaksimalkan. Market sudah tersedia disana. Kita hanya perlu merangkul mereka secara langsung. Bahkan per tahun kemarin, kita sudah memfokuskan diri untuk bermain di Digital Media,”papar Firman.

Terkait konten yang disajikan di Digiral Media kepada followersnya, Asus kerap melakukan kerjasama dengan key opinion leader, blogger, power user dan lainnya. Selain itu, mereka juga menyediakan forum khusus bagi para pengguna produk Asus. Firman menambahkan, forum tersebut merupakan tempat bagi para end user berinteraksi langsung dengan Asus maupun pengguna lainnya.

Tak hanya itu, para penghuni forum tersebut juga kerap berinterasi secara langsung. “Kami juga kerap mengadakan gathering kecil dengan mereka. Dari sana, loyalitas konsumen bisa didapatkan. Mereka juga bisa menjadi brand ambassador kami secara sukarela,” tutur Firman

Kedepannya, Asus Indonesia menargetkan pertumbuhan marketshare secara signifikan, baik untuk penjualan notebook maupun smatphone. Untuk meraih hal tersebut, Firman beserta tim terkait siap melakukan inovasi secara menyeluruh, seperti memperkuat jaringan distribusi, memaintain relasi dengan konsumen serta memaksimalkan penggunaan Digital Media.




X
Baca Juga